Sejarah

Haji

Kajian

Ijin

Umrah

Alumni

Cinderamata

Berita

Recent Posts

Jumat, 27 Oktober 2017

Selain Tambang 'Nabi Sulaiman' di Madinah, Saudi Juga Punya Tambang Emas Terbesar di Mekkah













PHA3M --   Arab Saudi tidak saja kaya dengan minyak, tapi juga tambang lainnya seperti Emas, Titanium serta logam mulia lainnya. 

Selama ini Saudi dikenal memiliki tambang emas mahd adh dhahab (baca) di Madinah. Tambang ini sudah dikelola sejak era Abbasiyah dan dikenal dengan sebutan 'tambang emas Nabi Sulaiman'. Baru-baru ini sebuah tambang baru raksasa ditemukan di Mekkah.


Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal akan meresmikan tambang emas dan pabrik tambang Al-Duwaihi, serta proyek infrastruktur pertambangan lainnya di wilayah Makkah.

Al-Duwaihi, diklaim sebagai tambang emas terbesar dan terbaru di Arab Saudi yang dimiliki dan dikelola oleh Saudi Arabian Mining Co. (Maaden). Peresmian tambang emas ini akan digelar pada hari Senin (25/4) ini.

Proyek infrastruktur lainnya di daerah tersebut meliputi pembangunan pipa sepanjang 450 km untuk mengangkut air limbah yang diproses dari Taif ke Al-Duwaihi, dan pembangunan jalan sepanjang 117 km yang menghubungkan Al-Duwaihi dengan jalan raya Riyadh-Taif.

Investasi Maaden di tambang dan proyek infrastruktur terkait melebihi SR1,5 miliar (atau setara dengan $ 400 juta atau 5,32 triliun rupiah), demikian ArabNews melaporkannya yang dikutip MINA.

Ma’aden Gold dan Base Metals Company (MGBM), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Ma’aden, melakukan pengembangan dan pengoperasian perusahaan emas dan logam dasar.

Terlepas dari tambang baru, MGBM mengoperasikan enam tambang emas di Arab Saudi dan melaksanakan program pengembangan eksplorasi logam mulia dan berharga yang luas di kerajaan tersebut.

Proyek-proyek tersebut diharapkan akan menciptakan 150 peluang kerja langsung bagi pemuda Saudi, sebanyak 70 persen di antaranya berasal dari desa-desa terdekat. Sejumlah 200 pekerjaan secara tidak langsung melalui kontraktor yang memenuhi kebutuhan operasional tambang.

Lebih dari 30 pemuda dari daerah tetangga telah menyelesaikan pelatihan di Institut Pertambangan Saudi di Arar, yang didirikan oleh Maaden bekerjasama dengan Technical and Vocational Training Corp., dan telah bergabung dengan pekerjaan di Al-Duwaihi.

Sebanyak 57 orang muda Saudi lainnya telah bergabung dengan Saudi Institute of Mining di Arar guna mengikuti kursus tiga tahun untuk melakukan operasi tambang di masa depan di wilayah tersebut.  (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Kamis, 26 Oktober 2017

Kisah Jemaah Haji Indonesia di Era Sriwijaya dan Majapahit

PHA3M --  Pada era Sri Wijaya dan Majapahit dilaporkan sudah ada orang Indonesia yang menunaikan ibadah haji.

Biasanya dilakukan sambil berdagang. Biasanya perjalanan ke Mekkah tidak saja untuk melaksanakan haji tapi juga menuntut ilmu serta ada juga untuk tujuan politik.

Rutenya menyusuri kota-kota pantai di India, Teluk sampai ke Jeddah. Ada juga sampai Persia dan dari sana menggunakan jalur darat. (*)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Kamis, 12 Oktober 2017

Selain Ilmu Falak dan Antariksa, Santri Pesantren Kini Juga Jago Robotika











ilustrasi
PHA3M --  Pondok Pesantren tidak hanya belajar soal ilmu agama, tetapi juga diisi dengan ilmu pengetahuan lainnya yang bermanfaat, seperti membuat robot/robotik.

Pelajaran robotik tersebut merupakan salah satu pembelajaran yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin, di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Empat santri ponpes telah berhasil membuat Robot Soccer, yang mampu mengiring bola layaknya pemain bola dan menendang bola untuk memasukan ke gawang.

Empat santri Ponpes Mambaul Sholikin mahir membuat robot, bahkan pernah menjadi juara lomba robot tingkat internasional. Keempat santri ini yakni, Noval Hanif, Muhammad Gymnastiar, Farhan Habibi, Bahrul Bahria santri kelas 9 ini mampu membuat robot line follower (mengikuti garis) robot soccer (robot dapat bermain bola) bahkan robot drone (robot terbang).

Untuk robot line follower yang diciptakan, mampu meraih juara pertama dalam Internasional Robotic Training Competition (IRTC) di Islamic Center, Johor Bahru Malaysia pada Januari lalu.

"Saat itu menjadi juara pertama, meski dengan persiapan yang mepet, yakni hanya satu hari menjelang lomba," ungkap Muhammad Gymnastiar, Santri Mambaus Sholikin, Minggu (17/9/2017).

Saat itu, remaja asal Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar inI menjadi satu-satunya santri yang mengikuti lomba dan mewakili Indonesia.

Untuk lomba pada  6 sampai 10 November mendatang di Tokyo Jepang, ia akan berangkat bersama tiga temanya di pondok untuk mengikuti lomba Internasional Islamic School Robotic Olypiade (ISRO) di Tokyo Jepang.

Ada dua kategori robot yang akan dilombakan di Tokyo mendatang, yakni line follower dan robor drone.

"Saat ini sedanf fokus untuk mempelajari dan mempersiapkan robot untuk dapat berlomba dengan baik dan mampu bersaing dengan robot-robot dari negara lain," ungkapnya.

Untuk persiapan lomba ini, para santri mengikuti karantina yang dijadwalkan oleh pihak pondok pesantren. Mereka juga wajib mengikuti pelatihan program yang dijadwalkan.

"Ada 12 kali pertemuan untuk pembinaan sebagai persiapan berangkat ke Jepang," ungkap Muklisin, Pengasuh Ponpes Mambaul Sholikin.

Muklisin berharap, para santrinya yang menjadi wakil Indonesia diperlombaan robot internasional ini dapat menyabet juara seperti Januari lalu. "Semoga dapat membanggakan Indonesia dalan perlombaan nanti," tegasnya.

Ia juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk mensukseskan kegiatan santrinya yang menjadi wakil Indonesia di  ISRO 2017, di Tokyo Jepang. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Featured News

Don't miss new info's

Subscribe here to get our newsletter in your inbox, it is safe and EASY!

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib