Sabtu, 16 Oktober 2010

Ketahuan di Kamar dengan 3 Pria Arab, Petugas Haji Dipulangkan

Ini peringatan keras bagi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar lebih menjaga aklaknya selama bertugas di Arab Saudi. Seorang petugas haji dipulangkan karena kasus susila. Petugas itu seorang perawat, Desi NRP, ketahuan berada di kamar bersama tiga pria Arab Saudi yang bekerja sebagai sopir.

"Saya ingatkan keras petugas agar menjaga adab pergaulan. Kita kerja di sini harus mematuhi aturan Arab Saudi. Bersentuhan tangan apalagi masuk kamar yang bukan muhrim dilarang keras," kata Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Munthalib di kantornya, Madinah, Sabtu (16/10/2010).

Desi dipulangkan lewat Jeddah pada pukul 10.00 waktu Arab Saudi. Untuk memudahkan pemulangan perawat asal Palembang itu akan disuntik dengan obat penenang.

Pada, Jumat (8/10/2010) lalu, Desi digerebek petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah. Petugas Daker curiga karena ada suara tawa laki-laki dan perempuan di sebuah kamar. Padahal saat itu sedang waktunya untuk salat Jumat. Setelah digedor-gedor, perempuan yang pandai bahasa Arab itu keluar dengan tidak mengenakan jilbab.

Subakin memerintahkan agar dilakukan pemeriksaan lanjutan. Dari pemeriksaan itu, lantas dilakukan pembinaan terhadap sang perawat. Namun selama pembinaan dirasakan perubahan aklak Desi tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan.

"Kita bukan semena-mena. Untuk menjaga nama baik PPIH tentu kita harus mengambil tindakan. Dari rapat kami usulkan dilakukan tindaklanjut agar dipulangkan saja," kata Subakin.

Sementara Desi membantah telah melakukan tindakan asusila yang melanggar kontrak kerja sebagai petugas haji. Perempuan 25 tahun itu masuk ke kamar 3 pria Arab yang bekerja sebagai sopir di Daker Madinah itu untuk menumpang ke kamar mandi.

"Kan air di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) mati. Jadi saya numpang di sini," jelas Desi.

Desi merasa difitnah atas tuduhan asusila itu. Menurutnya yang mengunci kamar adalah para pria Arab itu. Ia juga merasa tidak ada yang salah dengan tertawanya. Ia tertawa karena para lelaki Arab itu memberinya sebuah lelucon.

"Itu semua fitnah. Saya bukan perempuan nakal. Saya sudah bersuami," kata Desi kepada detikcom.

Namun saat diperiksa petugas keamanan, perawat yang pernah dua tahun bekerja di RS King Fath itu mengakui melakukan tindak asusila tersebut. "Dia sudah berkali-kali melakukan tindakan yang sama. Dia dipecat dari RS King Fath karena kasus yang sama juga," kata Kepala Pengamanan Madinah Kasmudi.

Kepala Perawat BPHI Martin Hartiningsing mempersilakan saja sanksi keras pada anak buahnya tersebut. Desi dianggap telah memalukan korps perawat. "Kita terima saja, apa yang terbaik untuk dia. Kalau dia bersalah, dipulangkan tidak masalah," kata Martin.

Sumber: Detik

0 comments:

Posting Komentar

Featured News

Don't miss new info's

Subscribe here to get our newsletter in your inbox, it is safe and EASY!

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib