Senin, 11 Desember 2017

Pengunjung dari Indonesia Termasuk yang Tertinggi ke Yerusalem

PHA3M --  Kota lama Yerusalem nyaris tak pernah sepi dari kunjungan para turis peziarah dari berbagai negara di dunia. Para peziarah yang beragama Islam, Kristen, dan Yahudi, itu mendarat di bandara Ben Gurion, Tel Aviv, dan tak jarang lalu bersama melanjutkan penerbangan menuju Yerusalem.

Lama penerbangan dari Tel Aviv menuju Yerusalem adalah 45 menit. Selain lewat jalur udara, tak sedikit peziarah Muslim yang datang lewt jalur darat. Mereka masuk dari Yordania dan Mesir.

Peziarah muslim kebanyakan datang dari Turki, Indonesia, dan Malaysia. Jumlah turis dari tiga  negara ini mencapai 100 ribu saban tahun. Dalam catatan Kementerian Pariwisata Israel, jumlah keseluruhan peziarah muslim mencapai 115 ribu orang pada 2016. Jadi sebanyak 15 ribu datang dari negara-negara lain.

Para peziarah itu datang, terutama, untuk sholat di masjid Al-Aqsa--tempat suci ke tiga bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah (di Arab Saudi).

Peziarah muslim ini sangat kecil prosentasenya dibading orang asing yang masuk ke Israel untuk berziarah ke Yerusalem. Pada tahun silam, jumlahnya mencapai 3.8 juta orang.Para pekerja menyelsaikan pembersihan bagian-bagian mosaik saat merenovasi yang dilakukan oleh Waqf, badan yang mengawasi tempat-tempat religi di Yerusalem, di Kubah Batu, Kompleks Al Aqsa di Yerusalem, 6 November 2017.

Kaum Muslim memang bagian kecil saja dari pasar pariwisata religius di Tanah Suci Yerusalem ini. Tapi baik Israel maupun Otoritas Palestina di Tepi Barat, berlomba-lomba mengurus kepentingan mereka selama di Yerusalem.

Setiap turis Muslim diperkirakan menghabiskan rata-rata $ 1.133 dalam perjalanan tersebut. Warga Palestina berusaha agar para wisatawan memilih tempat-tempat alternatif Palestina di Yerusalem atau Tepi Barat.

"Kami telah melakukan kampanye kepada perusahaan wisata Turki menawarkan hotel-hotel Palestina di Ramallah, Bethlehem dan Yerusalem. Kami melihat mulai banyak dari mereka memesan kamar di hotel-hotel ini," kata Jereyes Qumseyah, juru bicara Kementerian Pariwisata Palestina.

Dia mengatakan Palestina juga menggelar pameran permanen di konferensi pariwisata di Turki. Qumseyah mengatakan warga Palestina juga menikmati "kesuksesan besar" menggandeng perusahaan tur dari  Malaysia, Indonesia, dan dunia Arab. “Sehingga berhasil menarik lebih banyak peziarah.”

Di luar manfaat ekonomi, orang-orang Palestina melihat kehadiran peziarah muslim itu sebagai penguat simpati pan-Islam untuk membangun Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota.

Ulama senior Palestina, Grand Mufti Mohammad Hussein, sangat optimis dengan peziarah muslim itu. "Semakin banyak umat Islam mengunjungi Al-Aqsa. Mungkin jumlahnya tidak setinggi yang kami harapkan, tapi kami harap mereka meningkat dalam beberapa hari mendatang, " katanya kepada Reuters, Agustus silam..

Seorang pelancong asal Inggris, Adeel Sadiq, mengatakan dia berziarah ke Al Aqsa untuk menunjukkan dukungan kepada rakyat Palestina. Adeel datang bersama 15 orang rekannya.

"Kami ingin menunjukkan dukungan kami kepada rakyat di sini, bahwa Anda tidak sendiri dan Al Masjed Al Aqsa (Masjid Al-Aqsa) adalah untuk semua umat Islam," katanya kepada seorang wartawan Palestina. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

0 comments:

Posting Komentar

Featured News

Don't miss new info's

Subscribe here to get our newsletter in your inbox, it is safe and EASY!

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib