Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2018

Berbagai Kebiasaan Menyambut Kepergian dan Kepulangan #Haji di Masyarakat

ilustrasi
PHA3M -- Pada tahun 2017 lalu, Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan telah melakukan penelitian tradisi haji di beberapa daerah Indonesia.

Menariknya, masing-masing daerah memiliki keunikan saat menyambut ibadah haji. Seperti apakah tradisinya?

Tradisi Masyarakat Jeneponto

Dalam menjalankan ibadah haji, masyarakat Jeneponto memiliki beberapa tradisi yaitu, menentukan hari baik dalam setiap langkah prosesi haji, melaksanakan manasik khusus untuk individu dan keluarga, pemberian amplop saat acara walimah safar.

Adapun pembacaan Barzanji beberapa hari sebelum berangkat,mengantar calon haji ke embarkasi, pembacaan Barzanji setiap malam jumat setelah keberangkatan, dan penyematan atribut saat kepulangan.

Tradisi Masyarakat Deli Serdang

Di Deli Serdang, tradisi untuk melakukan berbagai kegiatan di masyarakat hanya ada satu, yaitu tradisi tepung tawar.

Tradisi tepung tawar seperti walimah safar,  menjadi sarana pamitan calon jamaah dengan handai taulan dan sarana pertemuan untuk  saling meminta maaf

Tradisi Masyarakat Banjar

Pelaksanaan tradisi ibadah haji pada masyarakat Banjar dilakukan tiga kali, yakni sebelum berangkat, saat haji dan setelah tiba dari naik haji.

Sebelum berangkat haji, calon jemaah haji biasanya menggelar pesta atau selamatan dengan mengundang semua sanak famili, tetangga, dan ulama dalam sebuah doa bersama.

Tujuan melaksanakan prosesi dalam tiap tradisi tidak lain adalah untuk memohon keselamatan bagi yang pergi selama dalam perjalanan sampai kembali, dan dipertemukan kembali dengan anggota keluarganya, serta ketika dalam melaksanakan ibadah haji tidak ada gangguan-gangguan yang menghambat perjalanan ibadah mereka.

Tradisi Masyarakat Madura

Bentuk tradisi haji yang di-kembangkan meliputi Selametan, Argi Tangi, Ran dhe Telo, penga-jian, konvoi pengantaran dan penjemputan.

Menurut perkiraan, biaya prosesi tradisi haji  bisa mencapai lebih dari biaya ongkos haji. Namun demikian, para calon jamaah haji tidak keberatan untuk mengeluarkan biaya dalam jumlah besar.

Hal ini disebabkan sekembali di kampung halaman, gelar haji yang disandangnya akan memberi insentif sosial yang tinggi, seperti meningkatnya status sosial,  penghargaan dan pengakuan sosial, serta pemberian kepercayaan dari masyarakat.

Tradisi di Jawa Barat

Pada saat sebelum berangkat, menjelang keberangkatannya ke tanah suci, calon jamaah haji dari Jawa Barat akan mengadakan acara Walimatus Safar, melakukan ziarah kubur, serta memberikan “uang saku” atau “uang sedekah”.

Kemudian dilanjutkan ritual Mandi Ruqyah atau mandi daun Bidara, yang biasanya banyak dilakukan oleh calon jemaah haji khususnya di wilayah Cirebon dan Indramayu. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Sabtu, 12 Agustus 2017

Apa Kata Kiyai Muda Soal Dana Haji untuk Infrastruktur?

















PHA3M -- Wacana dana haji untuk pembangunan infrastruktur di pemerintah cukup menimbulkan polemik. Ketua Forum Kiyai Muda Sumut, Machfoedz Siddiq Muslih memberikan komentarnya akan hal tersebut.

Menurut Machfoedz pemerintah hanya baru memberikan wacana tentunya dengan pertimbangan yang matang.

"Namun masih ada orang-orang di luar sana yang memang tidak suka, ikut memperkeruh suasana," ungkapnya kepada tribun-medan.com, Kamis (3/8/2017).

Pimpinan Yayasan Hasyim Ashari Langkat ini menjelaskan Ketua MUI Kiyai Ma'ruf Amin sebenarnya pada dasarnya menyetujui wacana tersebut.

Hanya saja bagi Machfoedz belum ada pembicaraan lanjutan terkait program yang akan dilakukan.

Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang bermaksud memanfaatkan dana haji untuk kepentingan rakyat banyak.

Menurutnya, Presiden tidak akan sembarangan memberikan wacana sebelum berkonsuktasi dahulu dengan para alim ulama.

Machfoedz berharap ke depan seandainya wacana tersebut bergulir, para alim ulama mengawasi pemerintah.

"Dengan memberikan masukan dan memperingati apabila terjadi penyelewengan pada program tersebut," ungkapnya. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Minggu, 30 Juli 2017

Jokowi Tegaskan Dana Haji adalah Uang Umat, Harus Hati-Hati Mengelola

PHA3M -- Pemerintah menilai, dana haji umat yang mencapai Rp 90 triliun sebaiknya diinvestasikan, sehingga menguntungkan calon jemaah haji, seperti untuk pembangunan infrastruktur. Hasil investasi yang aman dapat menekan ongkos haji.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, dana haji adalah dana umat. Oleh karena itu, penggunaannya harus sangat berhati-hati.

"Ini adalah dana umat, jadi bukan dana pemerintah, jadi harus hati-hati kalau penggunaan. Harus hati-hati, silakan mau dipakai untuk infrastruktur," kata Jokowi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (30/7/2017).

"Saya hanya memberikan contoh loh. Silakan dipakai untuk sukuk (obligasi berbasis syariah), silakan ditaruh di bank syariah macam-macam, banyak sekali, sila ditaruh di bisnis syariah," dia melanjutkan.

Menurut Jokowi, investasi dana haji umat tidak hanya di infrastruktur, melainkan juga bidang lain seperti bisnis syariah.

"Ingat kalau itu adalah dana umat, entah dipakai untuk sukuk infrastruktur, bank syariah, semuanya harus penuh kehati-hatian," dia menegaskan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan, pengelolaan dana haji harus mengacu pada undang-undang.

"Sekarang kan sudah ada badan pengelolaan dan penggunaan dana haji. Itu harus mengacu pada aturan perundang-undangan yang ada, yang penting jangan bertentangan dengan peraturan perundangan," ungkap dia.

Jokowi mengimbau Dewan Pengawas dan Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), menghitung secara cermat pengelolaan dana umat sebelum investasi direalisasikan.

"Perlu dikalkulasi, perlu dihitung yang cermat semuanya. Sekali lagi ini adalah dana umat. Tapi kalau taruh di tempat-tempat yang tadi saya sampaikan, kan keuntungan baik untuk umat Muslim untuk yang memiliki dana," Jokowi menandaskan. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Polemik Dana Haji untuk Infrastruktur, Ini Kata Menag









PHA3M --  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, dana setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) boleh dikelola untuk hal-hal yang produktif, termasuk pembangunan infrastruktur.

Lukman mengatakan, tidak ada larangan menggunakan dana haji untuk pembangunan mengacu pada konstitusi maupun aturan fikih.

"Boleh digunakan untuk investasi infrastruktur selama memenuhi prinsip-prinsip syariah, penuh kehati-hatian, jelas menghasilkan nilai manfaat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan demi untuk kemaslahatan jamaah haji dan masyarakat luas," ujar Menag Lukman di Jakarta, Sabtu (29/07).

Menag mengutip hasil Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia IV Tahun 2012 tentang Status Kepemilikan Dana Setoran BPIH yang masuk daftar tunggu.

Disebutkan bahwa dana setoran BPIH bagi calon haji yang masuk daftar tunggu dalam rekening Kementerian Agama, boleh digunakan untuk hal-hal produktif, antara lain penempatan di perbankan syariah atau diinvestasikan dalam bentuk sukuk.

Hasil investasi itu nantinya akan menjadi milik calon jemaah haji. Adapun pengelola berhak mendapatkan imbalan yang wajar/tidak berlebihan. Namun demikian, dana BPIH tidak boleh digunakan untuk keperluan apa pun kecuali untuk membiayai keperluan yang bersangkutan.

Fatwa itu, menurut Lukman, juga sejalan dengan aturan perundangan terkait pengelolaan dana haji.

"UU Nomor 34 Tahun 2014 mengatur bahwa BPKH selaku Wakil akan menerima mandat dari calon jemaah haji selaku Muwakkil untuk menerima dan mengelola dana setoran BPIH," kata Lukman.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar dana haji yang mencapai Rp 90 triliun diinvestasikan di tempat aman, sehingga menguntungkan seperti pembangunan infrastruktur.

Dengan demikian, hasil investasi yang aman dapat menyubsidi biaya haji yang diharapkan menekan ongkos.

"Bagaimana dana yang ada bisa dikelola, diinvestasikan ke tempat yang memberikan keuntungan yang baik. Sehingga dari keuntungan itu bisa dipakai untuk menyubsidi biaya sehingga nanti bisa lebih turun terus," kata Jokowi, di Istana Negara, Rabu 26 Juli 2017.

Lebih lanjut, ia menuturkan, skema pengelolaan haji seperti ini juga dilakukan oleh negara-negara lain seperti Malaysia.

"Ini yang kita lihat di negara-negara lain, misalnya untuk haji Malaysia caranya memang seperti ini. Saya kira nanti badan ini bisa melihatlah, bagaimana negara-negara lain, karena kita ini paling gede, hajinya paling banyak. Kalau pengelolaan dilakukan dengan baik, saya kira ini akan memberikan keuntungan yang baik kepada siapa pun, terutama masyarakat yang mau pergi haji," Jokowi menandaskan. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Rabu, 26 April 2017

Kemenag Kaji Regulasi Audit Paket Umrah







PHA3M -- Minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah terus meningkat. Paket umrah yang ditawarkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) juga semakin beragam, termasuk adalah paket umrah murah (promo) yang belakangan memunculkan beberapa masalah penundaan keberangkatan jemaah.

Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan regulasi yang akan mengatur biaya perjalanan ibadah umrah agar dapat terkontrol sehingga jemaah tidak dirugikan.

"Regulasi ini akan mengatur agar ke depan, pemerintah memiliki kewenangan untuk mengaudit paket-paket umrah dan bila dinilai tidak rasional maka paket umrah tersebut dapat dihentikan," terangnya.

Menurut Muhajirin, saat ini banyak masukan dari sejumlah pihak, termasuk Asosiasi Umrah, agar Kementerian Agama dapat menetapkan harga minimal penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Sebagian dari mereka bahkan ada yang merilis harga dasar biaya perjalanan umrah karena Kemenag tidak kunjung menetapkan batas minimalnya.

Mantan Kakanwil Kemenag Gorontalo ini membantah kalau Kementerian Agama acuh terhadap desakan penetapan harga minimal. Menurutnya, fatwa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membatasi Kemenag untuk menetapkan harga minimal.

"Kami sudah berkonsultansi secara formal di kantor KPPU. Menurut KPPU, penetapan harga minimal umrah akan membatasi hak konsumen untuk mendapatkan harga kompetitif. Oleh KPPU, Kemenag diminta menetapkan layanan minimal umrah, bukan harga minimal umrah," ujarnya sembari mengatakan kalau regulasi yang beru diharapkan akan menjadi solusi masalah ini.

Selain itu, Kementerian Agama, lanjut Muhajirin, juga terus mengkampanyekan gerakan nasional 5 Pasti Umrah. Jemaah yang akan mendaftar umrah, harus memastikan penyelenggara (travel)nya berizin resmi, jadwal keberangkatannya, penerbangannya, hotelnya, dan visanya.

Diharapkan dengan kampanye yang massif akan semakin sedikit masyarakat yang terjebak oleh rayuan para travel yang tidak bertanggungjawab, tandasnya. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Selasa, 10 Januari 2017

Minat Investasi di Wisata Haji dan Umrah Naik, Profit Tinggi?










PHA3M -- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Abdul Djamil menyatakan, "syahwat"atau nafsu mendirikan biro penyelenggaraan atau travel haji khusus dewasa ini makin meninggi namun belum diiringi dengan pelayanan prima.

Sekarang ini sudah 640 travel penyelenggara haji khusus dan umrah, namun "syahwat" permintaan untuk mendirikan travel baru tetap tinggi, kata Abdul Djamil ketika membuka pertemuan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) di Bogor, Selasa.

"Di meja saya banyak permintaan untuk izin mendirikan travel," ia menjelaskan dilaporkan antaranews.com.

Djamil menyatakan, masih ada penyelenggara umrah bekerja jauh dari profesional. Kasus 1.000 jemaah umrah terlantar di Mekkah baru-baru ini adalah salah salah satu contohnya. Masih banyak kasus lainnya.

Ditjen PHU terus memantau jemaah umrah yang terlantar. Pihak penyelenggara diminta harus bertanggung jawab dan dapat memulangkan jemaah sebagaimana mestinya.

Dari hasil pemantauannya, kini sudah ada jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air. Meski begitu, belum seluruhnya masih tersisa di Mekkah. "Kita akan pantau terus," katanya.

Terkait sanksi bagi penyelenggara umrah yang menelantarkan jemaahnya, ia mengatakan, hingga kini pihak Ditjen PHU masih fokos kepada pemulangan jemaah.

"Itu soal lain dan pasti ditangani," ujarnya.

Travel umrah diminta profesional. Harus mampu membaca trend pasar. Keselamatan dan kenyamanan jemaah harus diperhatikan dan mendapat prioritas utama, pinta Djamil.

Ia mengaku tidak akan ragu melaporkan travel umrah yang menelantarkan jemaahnya ke pihak Bareskrim Polri. Untuk itu pihak travel harus mengedepankan pelayanan. Jangan melempar batu sembunyi tangan.

Dalam kesempatan itu ia juga minta para asosiasi penyelenggara haji khusus dan umrah hendaknya proaktif ikut mengatasi berbagai persoalan jika mendapati anggotanya berlaku tidak profesional. (*)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Rabu, 14 Desember 2016

Ketika Pak Haji Dinobatkan Sebagai Tokoh Otomotif Nasional

PHA3M -- Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) memberikan apresiasi kepada insan dan komunitas otomotif yang punya peran besar memajukan olahraga otomotif di Tanah Air. Aprestasi itu diwujudkan dengan pemberian Award IMI yang dilangsungkan di Ciater Subang, Jawa Barat, Selasa (13/12).

“Kami kali ini menggelar acara award berbeda dengan acara yang pernah digelar sebelumnya. Kami mengadakan di luar kota besar karena pengurusan kami ingin semua yang terlibat dalam memajukan olahraga otomotif dapat lebih kenal dan akrab,” kata Ketua PP IMI Sadikin Aksa saat membuka panggung Award IMI.

Tokoh nasional penggerak motorsport yang konsisten dan inspiratif di cabang speed offroad dalam beberapa tahun terakhir, H Syamsudin Arsyad dinobatkan sebagai Lifetime Achievement penghargaan Tokoh Otomotif Nasional di IMI Awards 2016.

“Salah satu alasan pemilihan Haji Sam karena dinilai konsisten memajukan offroad dan komunitas offroad di tanah air. Selain menjadi pebalap offroad, beliau juga mensupport event sehingga berkembang pesat,” ujar Jeffrey JP, Sekretaris Jenderal PP IMI.

Tokoh asal Batulicin, Kalimantan Selatan yang karib disapa H Sam ini dengan tim Jhonlin Racing Team berhasil menggairahkan offroad di tanah air. Dia sendiri menjadi juara umum kelas Free For All Indonesia eXtreme Offroad Racing 2015 dan 2016. “Haji Sam layak menyandang predikat Tokoh Otomotif Nasional. Berkat kontribusinya, speed offroad berkembang pesat dan menjadi event paling bergairah,” ungkap Fachrul Sarman, offroader senior asal Bandung.

Selain H Sam, tokoh lain yang mendapat Lifetime Achievement adalah Komjen Purn Nanan Soekarna (mantan Ketum PP IMI), Moordiana (pencipta lirik hymne dan mars IMI), Najib M Saleh (pencipta syair hymne dan mars IMI), Purwa Tjaraka (aransemen hymne dan mars IMI) serta Bambang Gunardi (anggota kehormatan olahraga sepeda motor IMI).  (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Jumat, 28 Oktober 2016

Mengenal Nebula, Supernova dan Lubang Hitam dari Alquran













PHA3M -- Kecanggihan teleskop milik manusia belakangan ini, membuat banyak ayat Alquran yang selama ini tak difahami menjadi mudah dipahami.

Beberapa objek antariksa seperti Nebula, Supernova dan Lubang Hitam menjelaskan ayat-ayat Alquran.

Walaupun begitu, kalangan ulama, khususnya ulama atronomi, belum menkonfirmasi penafsiran tersebut.

Tapi, beberapa tokoh agama dan blogger  mulai mengerti bahwa maksud beberapa ayat Alquran sudah mulai di mengerti.

Mulai dari Supernova:

Lihat: Supernova dalam Islam

Lubang Hitam

Lihat: Lobang Hitam dalam Alquran
           Misteri Lobang Hitam

Nebula

Lihat: Nebula

Tambahan (Baca: di sini)  (*)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Minggu, 16 Oktober 2016

MUI Yakin Kasrin tak Naik Haji














PHA3M -- Misteri Kasrin yang disebut naik haji dengan cara misterius diyakini oleh MUI tidak benar.

Cerita Kasrin ini diblow-up oleh sebuah media tapi tak diikuti oleh beberapa media mainstream lainnya.

Hasil investigasi menyebutkan bahwa MUI tak melihat yang bersangkutan terbukti menunaikan ibadah haji.  (*)

Selasa, 30 Agustus 2016

Sebentar Lagi Wukuf, Ini Keutamaannya #pha3m

PHA3M --  Wukuf yang dilaksanakan di Arafah merupakan puncak ibadah haji yang jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf artinya berdiam diri Tanpa wukuf maka haji seseorang tidaklah sah.

Diriwayatkan oleh lima ahli hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Alhaju Arafah manjaal yalata jam'in kabla tuluw ilafji pakad adraka alhajj." Artinya, Haji itu melakukan wukuf di Arafah.

Karena keutamaannya ini, jemaah sakit pun akan dibawa ke Arafah untuk wukuf meski hanya berbaring saja. Saat wukuf yang merupakan rukun haji, jemaah dianjurkan memperbanyak ibadah, salat, berdoa, dan berzikir.

Biasanya sejak awal bulan Dzulhijjah atau selambatnya dua hari sebelum wukuf, banyak jemaah yang berangkat ke Arafah dengan berjalan kaki meski jaraknya dari Mekah sekitar 25 km.

Pada saat wukuf, yaitu ketika matahari sudah tergelincir atau bergeser dari tengah hari (sekitar pukul 12.00) hitungan wukuf sudah dimulai. Dalam prosesi wukuf, pertama yang dilakukan adalah salat dzuhur dan ashar yang dilakukan secara jamak taqdim, yakni salat ashar dibawa ke siang hari bersama dzuhur dengan satu kali azan dan dua kali iqamah.

Setelah salat dzuhur dan ashar, disunahkan seorang imam berkhutbah guna memberikan bimbingan wukuf, seruan ibadah dan doa. Disunahkan menghadap kiblat. Ketika berdoa hendaknya dengan mengangkat tangan hingga tampak di atas kedua ketiaknya. Juga disunahkan mengulang-ulang kalimat:

"Laa ilaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahulmulkuwalahul hamdu, yuhyimiit wahuwa hayyun layamuutu, biyadihil khair, wahuwa 'alaa kuli syaiin qadiir."

Artinya: Ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Ia hidup tidak mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa.

Karena ada hadis Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, "Sebaik-baiknya doa pada hari Arafah dan sebaik-baiknya yang kubaca dan dibaca oleh nabi-nabi sebelumku, yaitu:

"Laa ilaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahulmulkuwalahul hamdu, wahuwa 'alaa kuli syaiin qadiir." (Hadis riwayat Tarmidzi)
Tertib Wukuf

Wukuf di Arafah merupakan saat-saat yang paling penting. Karena itu jemaah haji perlu memperhatikan berbagai persiapan dan tertib wukuf:

1. Berdoalah sebanyak-banyaknya karena Arafah dijanjikan sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa.
2. Jangan membunuh binatang dan berkata porno atau jorok.
3. Perbanyak zikir dan berdoa.
4. Mintalah sebanyak-banyaknya, seain karena Allah Maha Kaya, juga karena kedatangan kita adalah karena kehendak-Nya dan panggilan-Nya.
5. Biasanya masalah air di Arafah sering menjadi persoalan besar, karena sangat terbatas. Siapkan air dalam botol atau spray gun. Saat krisis air, bisa digunakan untuk berwudhu.
6. Jangan lupa membawa semprotan air. Untuk mengatasi suhu di sana yang biasanya cukup tinggi, basahi tubuh dengan semprotan air.
7. Banyak makan dan minum serta vitamin untuk menambah tenaga.
8. Jaga suasana wukuf agar selalu tenang dan khusuk. Jangan ribut apalagi berteriak-teriak.
9. Jangan berbantah-bantahan. (sumber/sumber)

Nb. Download image di atas di sini.

Rabu, 06 Oktober 2010

Tips-tips Melaksanakan Haji Yang Sehat

Tips Bugar Saat Ibadah

* Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)

* Kurangi kegiatan yang tak perlu

* Istirahat dan tidur cukup

* Makan bergizi dan teratur

* Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air


Tips hindari sakit Batuk

* Bawa pakaian hangat

* Gunakan penghangat leher

* Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air

* Jangan minum dingin

Tips hindari Influenza

* Imunisasi

* Jaga kebersihan

* Istirahat cukup

* Makan buah dan sayur

* Pakai masker



Tip menahan dingin

* Siapkan pakaian hangat di tas tentengan

* Pakai baju hanoman

* Pakai krim pelembab

* Sering minum

* Banyak makan buah

Tips barang bawaan

* Alas kaki

* Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb

* Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah

* Semprotan air

* Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher

* Masker

* Handuk kecil

* "Topi Joshua"

* Tas ransel

* Peniti

* Alat tulis

* Buku

* Tustel

* Krim pelembab

Tips Membawa Barang

* Barang bawaan maksimal 35 kg

* Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan

* Jangan membawa barang-barang yang terlarang

* Ikat koper dengan rapi

* Tandai koper dengan tanda tertentu



Awas copet

Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:

* Daerah sekitar pelataran masjid

* Seputaran Ka'bah dan

* Tempat Tahalul (Marwah).

Tips Saat Tawaf Qudum

Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.

Tips Agar tak Tersesat

* Hafalkan lokasi pondokan

* Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan

* Berangkat dengan rombongan

* Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya

* Cari petugas haji

* Bawa tanda pengenal

* Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.



Tips masuk masjid agar tak tersesat

* Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat

* Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya

* Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.

* Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.

* Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.

* Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.

* Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.



Tips Mencium Hajar Aswad

* Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat

* Pastikan fisik kuat

* Jangan bawa barang berharga

* Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat

* Jangan gunakan joki

* Tidak lama-lama

* Hindari menyakiti sesama jamaah


Tips Tawaf dan Sai`

* Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan

* Berangkat dalam rombongan

* Makan sebelum berangkat

* Buat kelompok kecil

* Sepakati lokasi pertemuan

* Hindari waktu padat

* Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat



Tips Menyimpan Uang

* Tukarkan dengan uang pecahan

* Jangan letakkan uang di satu tempat

* Jangan buka dompet di tempat umum

* Titipkan di safety box jika banyak

* Ke masjid bawa uang secukupnya

Tips di Pondokan

* Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat

* Jangan naik lift sendiri

* Simpan barang di tempat aman

* Matikan peralatan listrik jika pergi

* Matikan peralatan masak jika pergi

* Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat

* Buat denah pondokan



Kebugaran saat ibadah haji

* Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.

* Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.

* Olahraga ringan setiap pagi



Tip Shalat di Masjid Nabawi

* Gunakan pakaian hangat ketika berangkat

* Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)

* Hindari shalat di pelataran masjid

* Ingat nomor rak sandal


Tips nyaman beribadah

* Jangan tergantung pembimbing

* Mantapkan tata cara berhaji

* Hafalkan doa-doa

* Buat kelompok kecil

Kisah Sukses Usaha Wisata Haji dan Umroh

KANTOR itu tampak serupa dengan rumah penduduk yang padat berimpitan di Jalan Matraman Dalam II, Jakarta Timur. Yang membedakan, di pagar rumah terpasang papan bertuliskan "Yayasan Muthmainnah", dan "Wartel". Pintu depannya, yang terbuat dari kaca, dipenuhi pelbagai stiker perusahaan penerbangan.

Kantor Gamal Hikmah Pusaka, biro perjalanan haji dan umrah yang dikelola yayasan, berada di ruangan dalam. Setelah melewati deretan boks telepon wartel, ada kusen tak berpintu yang menghubungkan kantor itu dengan ruang depan. Tak tampak papan nama apa pun di dalam. Meja, kursi, dan lemari, bersesak-sesakan. Sempit. Dinding dipenuhi beragam piagam dan dokumentasi perjalanan haji dengan rombongan jemaah.

Sederhana. Itulah kesan pertama yang dijumpai dari kantor biro perjalanan ini. Meskipun seadanya, inilah biro perjalanan yang cukup berpengalaman. "Kami sudah mempunyai 14 cabang di seluruh Indonesia," kata Manajer Operasional Divisi Haji dan Umroh, Muhammad Soleh, kepada TEMPO. Setelah malang-melintang hampir 10 tahun, biro ini melebarkan usaha ke Bandar Lampung, Malang, Makassar, Surabaya, Gorontalo, bahkan Jayapura.

Tampaknya memang tak perlu kantor yang mentereng untuk menjalankan usaha jasa perjalanan haji plus dan umrah. Padahal, tak dapat dimungkiri, keuntungan yang diperoleh dari bisnis mengantarkan dan melayani calon "tamu-tamu Allah" itu begitu menggiurkan. Setiap tahun, jumlah jemaah haji selalu meningkat. Selain itu, jemaah asal Indonesia selalu merupakan jemaah terbanyak yang berangkat ke Tanah Suci.

"Untuk jadi konglomerat mungkin tidaklah. Tapi setidaknya cukup untuk memberikan penghasilan kepada keluarga, menyejahterakan karyawan, membayar zakat, hingga membayar pajak," kata Direktur Biro Perjalanan Al-Amin Universal, Melani Leimena Suharli, merendah.

Meski enggan menyebut angka nominalnya, Melani mengakui bahwa usaha inilah yang hingga saat ini ditekuninya bersama suami. Sebelumnya, mereka sempat membuka usaha seperti jasa kontraktor dan supplier. Namun, sejak menjalankan biro jasa itu, lambat-laun perhatian dan waktu pun lebih banyak tersita. "Kami melihat usaha ini cukup menghasilkan, ya, akhirnya kami fokus di usaha ini saja," tutur ibu tiga orang anak ini.

Keuntungan yang besar memang merupakan salah satu daya tarik. "Setidaknya biro perjalanan kecil pun bisa dapat untung US$ 250 bersih untuk tiap jemaah," kata Kepala Divisi Haji dan Umroh PT Mantili Wisata, H. Syarifudin Ma'mun. Sedangkan untuk biro jasa yang relatif besar, keuntungan yang bisa diraup mencapai US$ 400-500 setiap jemaah. Cukup lumayan. Setidaknya bagi Ma'mun, yang akhirnya melepas pekerjaannya sebagai staf di Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia.

Kekuatan sebuah biro jasa ada pada paket yang ditawarkan. Semakin banyak paket, semakin menarik "dagangan"-nya. Bagi jemaah haji kelas ekonomi, tarif yang dipasang biasanya US$ 4.500, sesuai dengan standar minimal pemerintah. Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia dengan kurs Rp 8.500 sedolar AS, itu artinya Rp 38,25 juta. Dan angka ini sudah berbeda separuh dengan tarif haji biasa-besarnya tergantung zona daerah, di Jakarta US$ 2.675. Untuk kelas menengah, biro jasa menetapkan harga US$ 5.500-6.000. Sedangkan kelas eksekutif umumnya mengambil harga US$ 6.500 ke atas. Bahkan ada pula biro jasa yang berani memasang harga hingga di US$ 10 ribu.

Sebenarnya pemerintah sudah menetapkan standar fasilitas bagi jemaah ONH (ongkos naik haji) plus. Fasilitasnya harus plus. Penyelenggara harus menyediakan hotel bintang tiga hingga bintang lima-yang berjarak tak lebih dari 300 meter dari Masjidil Haram. Makanan harus disediakan prasmanan, bukan dalam boks. Jika jemaah harus tinggal di kemah, seperti di Padang Arafah, harus disediakan selimut, bantal, dan pendingin udara.

Persiapan menjelang naik haji pun dirancang sedemikian rupa agar menarik dan nyaman. Salah satunya, mengadakan manasik haji di hotel berbintang, seperti Hotel Indonesia, Hotel Sahid, Hotel Mulia, dan Hotel Hilton. Perlengkapan yang disediakan umumnya terdiri dari paspor, visa, pakaian ihram, buku panduan, tas, dan seragam. Selain itu, disediakan pula pembimbing, pemandu (guide) asal Indonesia, dan tim medis.

Meski begitu, ketatnya persaingan di bisnis ini, mau tak mau, menuntut pengusaha lebih jeli membidik keinginan konsumen. Al-Amin, misalnya, berusaha memberikan layanan supermewah bagi jemaahnya. Caranya, antara lain, menyediakan apartemen khusus bagi jemaahnya, serta menyewa bus khusus pula. Padahal, peraturan mengharuskan jemaah tinggal di hotel dan harus menggunakan shuttle bus yang tak disewa. Dengan fasilitas istimewa itu, "Biaya yang kami butuhkan lebih besar, sehingga tarifnya US$ 6.500-9.000, " kata Melani.

Mereka yang terjun ke bisnis ini berasal dari kalangan dengan latar belakang beragam. Dari yang sudah lama menjadi pengusaha, jebolan pesantren, hingga alumni perguruan tinggi di Timur Tengah. Pola pendirian dan alasan mendirikannya pun bermacam-macam. Ada yang sejak awal mendirikan biro jasa haji dan umrah, seperti yang dikelola oleh Yayasan Muthmainnah. Ada pula yang merintisnya dari biro travel yang mengelola penjualan tiket biasa, seperti Mantili dan Al-Amin Universal.

Umumnya mereka punya hubungan baik dengan pihak penyelenggara haji di Arab Saudi. Dengan hubungan baik itulah mereka memperoleh diskon 10-20 persen untuk hotel atau 10 persen untuk jemaah yang mampir ke restoran. Dan menjalin hubungan dengan Saudi ini suatu perjuangan tersendiri. "Susahnya dalam bisnis haji adalah berurusan dengan orang Arab Saudi. Birokrasinya terkenal sangat lamban," kata Syarifudin.

Kelambanan inilah yang acap menimbulkan keterlambatan jadwal. Jebolan Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur, ini menceritakan bahwa untuk memastikan jadwal bus bagi jemaah saja, harus dikonfirmasi dua hari sebelum jadwal ketika jemaah tiba di Tanah Suci. "Kalau tidak, keterlambatannya bisa sampai 12 jam. Bus yang dipesan untuk pukul 10 pagi sering terjadi baru datang pukul 10 malam," kata alumni Universitas Damaskus, Suriah ini. Karena itu, rata-rata biro perjalanan sudah mereservasi tempat di hotel-hotel yang diinginkan, dengan membayar uang muka 50 persen hingga akhir Ramadan.

Sebenarnya, tanpa memiliki biro perjalanan sendiri pun, seseorang bisa saja mengorganisasi perjalanan haji untuk kelompok tertentu. Syarifudin mengakui, sebelum bergabung dengan Mantili, dirinya sering diminta berbagai kalangan untuk mengurus perjalanan ke Tanah Suci. "Mereka meminta fasilitas khusus, dengan waktu yang lebih pendek," kata bekas pegawai Kedutaan Arab Saudi itu.

Saat itu, Syarifudin memang lebih dulu mengelola yayasan yang juga mengadakan bimbingan manasik haji bernama Yayasan Al-Hijrah. Ia juga dipercaya karena alumni perguruan tinggi Timur Tengah dan bekerja di Kedutaan Arab Saudi. Karena belum memiliki biro perjalanan, akhirnya dokumen dan administrasi jemaah yang diurusnya "ditempelkan" ke biro perjalanan lain. "Istilahnya, ya, mendompleng," ujarnya sambil terbahak.

Jasa seperti itu saja, kata Syarifudin, sudah membuat dirinya memperoleh pendapatan US$ 250 dari setiap jemaah. Uang itu diperoleh dari tarif US$ 4.500 yang seharusnya ditetapkan penyelenggara. Namun, "biro perjalanan bisa menurunkan tarif menjadi US$ 4.250 jika diwakilkan atau disub-agen-kan," katanya. Hal semacam itu lazim dilakukan oleh biro-biro perjalanan tertentu, terutama di daerah, untuk menjaring jemaah lebih banyak.

Kendati menjanjikan keuntungan yang menawan, kelangsungan bisnis ini sangat bergantung pada jumlah "calon tamu Allah" yang diantarkan setiap tahunnya. Karena itu, kejujuran pengelola dan kepercayaan pelanggan adalah kuncinya. "Kami mengharapkan, jemaah yang menggunakan jasa kami mau kembali saat akan berangkat haji atau umrah di masa mendatang," kata Melani. Karena itu, promosi paling ampuh justru "radio dengkul": cerita dari mulut ke mulut.

Kiat lain adalah gaya pemasaran semacam members get members. Al-Amin, contohnya, melansir program ini. "Setiap jemaah yang dapat mengajak setidaknya 20 orang akan memperoleh free visit untuk naik haji," tutur Syarifudin. Metode itu, menurut dia, cukup ampuh untuk menjaring peminat.

Meski begitu, para pengusaha ini mengeluhkan ulah nakal sebagian pengelola biro perjalanan. "Mereka berpikir, kalau uang sudah masuk, jemaah bisa ditelantarkan di sana. Kalau diomelin jemaah, ya, bodo amat," keluh Melani, yang merasa setiap ulah nakal itu akan berdampak buruk pada bisnis ini. Buntutnya, pemerintah malah memberlakukan kuota yang jumlahnya jauh menurun daripada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Syarifudin, merajalelanya biro perjalanan haji plus yang asli tapi palsu alias aspal sebenarnya bisa dihindari asal pemerintah tegas. Perizinan juga bisa diperketat. Dulu biro harus dua kali menyelenggarakan umrah, baru izin untuk haji bisa didapat. Tapi sekarang sebuah biro cukup sekali mengantar 100 orang jemaah untuk mendapat izin memberangkatkan haji.

Izin yang ketat akan membuat biro perjalanan terseleksi. Ini penting di kemudian hari jika, misalnya, kuota haji Indonesia ditambah. Jangan sampai jemaah sudah keluar uang, pelayanan serampangan, ibadah pun berantakan....

Berhaji Sambil Berdagang di Tanah Suci

Bagi jemaah haji asal negara-negara anggota Federasi Rusia di Asia Tengah, berhaji tidak sekAdar ritual melontar setan (secara simbolisasi) dengan batu (jumrah) tetapi juga membawa barang dagangan ke Tanah Suci.

Jemaah haji asal negara-negara bekas sempalan Uni Soviet itu, seperti diungkapkan oleh Arabnews.com. Selasa (22/12), mendirikan sekitar 500 kios di kawasan Kudai, lahan parkir berjarak sekitar tiga Km dari Masjidilharam, Mekah menawarkan barang-barang elektronika, perkakas rumah tangga, pernik-pernik pakaian wanita, kerajinan tangan, pisau atau pedang untuk hiasan dinding.

Mereka tidak lagi menjual produk-produk "berbau" militer seperti teropong malam, baju, kaos,sepatu, seragam militer atau pernik-pernik keperluan anggota militer lainnya seperti yang dilakukan saat-saat ambruknya Uni Soviet pada dekade 90-an. Sebagian dari mereka juga menjual produk-produk unik dari negara-negara di kawasan Asia tengah itu seperti kaviar, barang barang tenunan dan karpet.

Kawasan pedagang kaki lima yang baru dibuka setelah rangkaian prosesi haji rampung itu lebih banyak dikenal oleh warga yang tinggal di lingkungan kawasan Kudai atau di distrik-distrik tetangganya. Para jemaah haji dari manca negara termasuk dari Indonesia juga jarang "shopping" di pusat perdagangan kaki lima tersebut karena sebagian sudah meninggalkan Mekah, menuju Madinah atau kembali ke tanah air.

Mengingat sebagian barang-barang yang dijual beraneka ragam, namun dengan jumlah terbatas dan bukan produk massal, pasar ini biasanya didatangi oleh pemburu barang-barang unik, khas Asia Tengah atau barang-barang antik dari kawasan itu.

Calon pembeli juga bisa menemukan kitab Quran yang ditulis dengan tinta emas dan gaya kaligrafi Andalusia. Jemaah haji Indonesia umumnya lebih tertarik untuk menyerbu pasar-pasar tradisional misalnya di kawasan belanja seputar bekas "Pasar Seng", dekat Masjidilharam di Mekah atau kawasan belanja Corniche di Jeddah atau kios-kios pedagang kaki lima yang bertebaran di seputar Mesjid Nabawi, Madinah.

Produk Cina mendominasi pasar tradisional itu, mulai dari produk elektronik, mainan anak, karpet, barang-barang keperluan rumah tangga, sampai karpet, pasmina, sajadah dan mukenah.

Indonesia yang merupakan negeri dengan mayoritas pemeluk Islam terbesar di dunia agaknya belum banyak "berbicara" dalam menampilkan produk-produknya bagi jutaan konsumen umat Islam sedunia yang berkumpul di tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

Diperkirakan omset penjualan harian di kawasan kaki lima Kudai mencapai SR 500.000 sekitar (Rp 1,25 miliar), sedangkan selama sekitar satu bulan kegiatan, diperkirakan pedagang-pedagang kaki lima dari Federasi Rusia itu bisa mengantongi sampai SR 15 juta (sekitar 37,5 miliar). Kawasan Kudai selain menjadi pusat kaki lima juga menjadi tempat pengambilan air Zamzam yang dialirkan dari sumbernya di kawasan Masjidilharam melalui pipa bawah tanah.

Hukum Berbisnis dan Berdagang di Musim Haji

Islam memberikan tempat terpuji bagi pekerjaan (profesi) dagang, yang merupakan salah satu mata pencaharian yang sah menurut hukum syara. Bahkan Alquran menyebut profesi ini dengan peristilahan yang sangat indah, ''...mencari karunia Allah'' (surah Al-Muzammil ayat 20). Dalam surah Al-Baqarah ayat 19, Allah berfirman, ''Tak ada salahnya (dosa) apabila kalian berusaha mencari karunia dari Tuhan kalian.''

Sebagai difatwakan oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi, seorang cendekiawan dan ulama mujtahid kondang dari Mesir dalam buku Fatwa-fatwa Mutakhir, yang dimaksud dengan ayat tersebut juga mencari keberuntungan dengan jalan berdagang. Ayat dalam surah Al-Baqarah itu justru turun di musim haji. Yang berarti pada saat-saat menunaikan rukun Islam kelima pun orang boleh berjual beli. Sebelum ayat itu turun kaum Muslimin merasa berdosa jika menunaikan ibadah haji sambil berdagang.

Tetapi mengingat perniagaan, perdagangan atau jual beli memiliki peran sangat besar dalam kehidupan ekonomi individu maupun masyarakat, Islam menuntut orang yang berprofesi di bidang ini untuk mematuhi etika perdagangan Islam. Dalam etika itu Islam antara lain mengutuk keras para pengusaha maupun pedagang yang melakukan penimbunan barang-barang dagangannya, dengan tujuan meningkatkan permintaan dengan harga yang tinggi dan keuntungan berlipat ganda.

Islam juga mencela keras para pengusaha atau pedagang yang menaikkan harga secara semena-mena karena dampaknya yang sangat luas bagi masyarakat, khsusunya yang berpenghasilan kecil. Islam menempatkan kepentingan masyarakat lebih utama dan kepentingan masyarakat itu sewaktu-waktu mengatasi kepentingan individu. Hak-hak individu menjadi terbatas jika disalahgunakan sehingga menimbulkan kesulitan atau kemelaratan bagi orang lain atau jika bertentangan dengan kepentingan umum dari masyarakatnya.

Sekaitan dengan masalah tersebut, seorang sahabat Ma'qal bin Yasar menjelang akhir hayatnya berkata kepada orang banyak, ''Bantulah saya duduk. Saya ingin menyampaikan kepada kalian apa yang saya dengar dari Rasulullah''. Setelah duduk ia berkata, ''Saya mendengar dari Rasulullah beliau menyatakan, 'Barangsiapa mencampuri urusan harga-harga dan menaikkannya hingga menyusahkan kaum Muslimin, pada hari kiamat kelak Allah akan mencampakkannya ke tengah api neraka'.'' Ketika orang banyak itu meminta penjelasan lebih jauh, Ma'qal mengatakan, bahwa Nabi bukan sekali dua kali, tapi seringkali mengeluarkan pernyataan semacam itu.

Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan oleh berbagai kenaikan harga barang dan kebutuhan hidupnya, apa yang disabdakan oleh Nabi itu hendaknya direnungkan oleh para pengusaha. Bukankah mereka dituntut kepedulian sosialnya terhadap rakyat kecil yang hidup dalam serba kekurangan. Rasulullah juga mengatakan, ''Pengusaha (pedagang) yang jujur (di akhirat kelak) akan bersama-sama para nabi, kaum shiddiq dan para syuhada (pahlawan syahid).'' - ahi

Featured News

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib