Tampilkan postingan dengan label oleh-oleh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oleh-oleh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2018

Usai Haji, Rombongan Jemaah Indonesia Menikmati Belanja ke Pasar Kurnis










ilustrasi
PHA3M -- Di sela waktu senggang, jemaah haji Indonesia menyempatkan diri untuk berbelanja di Pasar Kurnis, Jeddah, Arab Saudi.

Berdasarkan pantauan Antara, pada Minggu, 2 September 2018, jemaah haji Indonesia datang ke Pasar Kurnis secara berombongan menggunakan bus.

Salah satunya adalah Iyah (55). Ia mengatakan dirinya ke Pasar Kurnis bersama suami dan rombongan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Perempuan asal Lumajang, Jawa Timur tersebut membeli parfum dan oleh-oleh lainnya untuk keluarga dan kerabat di Indonesia.

Seperti dilansir Antara, Selasa (4/8/2018), untuk parfum yang dibeli Iyah ukuran 100 mililiter, harganya 50 Saudi Riyal atau setara Rp 200 ribu.

Pasar Kurnis merupakan salah satu tempat primadona jemaah haji untuk berbelanja, terutama parfum.

Beberapa barang lain juga mudah ditemukan di pasar yang tidak jauh dari Laut Merah itu, seperti baju, barang elektronik, asesoris, aneka makanan, kurma, baju gamis, kebutuhan sehari-hari dan lainnya.

"Setelah dari Pasar Kurnis, akan berkunjung ke Masjid Qisas yang tidak jauh jaraknya," tegas Iyah.

Masjid Qisas adalah tempat untuk eksekusi hukum pancung bagi warga yang ditetapkan bersalah oleh pengadilan dan layak mendapat hukuman mati. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Senin, 01 Januari 2018

Incar Jemaah Haji dan Umrah, Sarinah Buka Gerai di Mekkah











PHA3M --  PT Sarinah (persero) tengah menyusun ekspansi pembukaan gerai ritel di dua negara pada tahun depan.

Arab Saudi dan Jepang menjadi sasaran ekspansi perusahaan yang bergerak di ritel, trading dan properti tersebut.

GNP Sugiarta Yasa, Direktur Utama Sarinah menyampaikan, pada Februari 2018, Sarinah akan meresmikan gerai di Mekkah, Arab Saudi. Persiapan pembukaan gerai ini sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

"Kalau gerai di Arab Saudi sistemnya joint operation. Artinya mereka beli putus, Jadi kami harus persiapkan barangnya," ujarnya, Jumat (29/12).

Harapannya dengan adanya gerai Sarinah di Mekkah akan membantu para jemaah haji asal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Nantinya juga gerai tersebut bisa membuat jumlah barang bawaan jemaah haji lebih ringkas.

Selain Mekkah, perusahaan ini juga tengah mempersiapkan rencana pembangunan gerai di Tokyo, Jepang. Namun realisasi untuk gerai di Tokyo baru akan terlaksana pada semester II tahun depan.

Sebenarnya masih ada satu negara lagi yang menjadi tujuan ekspansi perusahaan yakni Hong Kong. Namun dirinya belum bisa memastikan kapan realisasi tersebut.

"Yang di Hongkong itu sinergi BUMN kerja sama dengan BNI. Tapi belum tahu kapan akan direalisasikan," kata dia. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Selasa, 01 Agustus 2017

Musim Haji: Omzet Pedagang Oleh-Oleh di Yogyakarta Naik 10 Kali Lipat







PHA3M --  Musim haji mendatangkan berkah bagi para pedagang oleh-oleh haji di Yogyakarta, Jawa Tengah. Belum berangkat ke Tanah Suci, para calon haji sudah menyerbu tempat-tempat penjualan oleh-oleh haji.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Senin (31/7/2017), sejumlah barang asal tanah suci sengaja dipesan untuk dibagikan kepada kerabat dan tetangga sepulang dari Mekah, Arab Saudi nanti. Seperti sajadah, kopiah, air zam-zam, kismis, kacang arab, dan sebagainya.

Selain supaya tidak repot, saat ini ada pembatasan barang bawaan oleh-oleh haji dari Tanah Suci, terutama oleh-oleh berupa air zam zam.

Tak ayal meski musim haji baru saja dimulai, para pedagang oleh-oleh haji di Yogyakarta mengalami kenaikan omzet penjualan hingga sepuluh kali lipat dibanding biasanya. Jika biasanya omzet pedagang sebesar Rp 1 juta, kini bisa mencapai Rp 10 juta.

Sementara itu, bagi para pembeli, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan di Tanah Suci dan bisa langsung diantar sampai ke rumah. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Selasa, 02 Mei 2017

Saudi Produksi Jam Tangan Makkah untuk Oleh-Oleh Haji













PHA3M -- Arab Saudi mulai mengaktifkan beberapa industrinya untuk memproduksi oleh-oleh yang akan dibawa oleh wisatawan maupun jamaah haji dan umrah.

Salah satu produk yang ditawarkan adalah jam tangan dengan merk Makkah yang diproduksi secara lokal.

Jam tangan ini masih konvensional dan belum dalam bentuk digital seperti yang diminati berbagai kalangan.

Tidak tertutup kemungkinan jam tangan ini akan dibuat berbentuk digital dan menjadi gelang identitas bagi jemaah haji yang berkunjung setiap tahun.   (*)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Jumat, 30 Desember 2016

Dubai Jadi Surga Belanja Dunia, Kini Ada Situs Bahasa Indonesianya

PHA3M -- Dimana lagi kamu bisa berenang bersama ikan hiu sebelum keluar dan berbelanja berbagai barang retail terbaik? Dimana lagi kamu dapat rehat sejenak setelah seharian berbelanja dengan meluncur dari pegunungan bersalju di dalam mall?

Di kota mana lagi kamu bisa menghabiskan pagi dengan berbelanja rempah di pasar tradisional Arab yang telah berdiri selama ratusan tahun, dan kemudian di siang hari berjalan menyusuri Fashion Avenue modern untuk berburu koleksi tas dan jam mewah? Semua itu tentu saja hanya bisa kamu nikmati di Dubai.

Dengan lebih dari 95 pusat perbelanjaan, Dubai menyediakan segala keperluan gaya hidup terlengkap bagi wisatawan dunia. Dengan berbagai department store seperti Harvey Nichols, Bloomingdales, Galleries Lafayette, Fortnum and Mason, dan Marks and Spencer, semua merek-merek terkemuka ditawarkan dengan harga terbaik, beserta berbagai butik merek lokal lainnya.

Faktanya, Dubai menempati peringkat kedua dunia sebagai kota dengan jumlah merek retail terbanyak. Tidak mengherankan lagi jika berbelanja menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk membanjiri kota ini setiap tahunnya dan juga mengunjungi dua festival berbelanja yang diadakan selama sebulan penuh, yaitu Dubai Shopping Festival dan Dubai Summer Surprises.

Festival belanja global Dubai Shopping Festival (DSF) merupakan yang terbesar dalam kategori ini di Timur Tengah dan menarik jutaan wisatawan lokal, regional dan juga global. Tahun ini, memasuki tahun ke-22, festival ini mulai diadakan pada tanggal 26 Desember 2016 hingga 28 Januari 2017.

Festival belanja selama sebulan penuh ini akan lebih besar, lebih meriah, lebih berwarna dan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Edisi ke-22 dari Dubai Shopping Festival menjanjikan berbagai atraksi selama 34 hari, termasuk 200 selebriti dan influencers, 4.000 toko retail yang berpartisipasi, 5.000 promosi dari berbagai toko retail dan total hadiah senilai AED 100 juta (IDR 370.000.000.000) untuk dimenangkan. Datang dan lihat segala hal yang ditawarkan DSF untuk kamu!

Selain menikmati serunya festival belanja, di Dubai kamu juga akan dapat menemukan pusat perbelanjaan terbesar di dunia, The Dubai Mall, dengan luas 12 juta meter persegi. Pada tahun 2015, pusat belanja dan hiburan ini menyambut 80 juta pengunjung–yang mengalahkan jumlah pengunjung New York’s Times Square.

Mall-mall baru terus hadir untuk memenuhi berbagai obsesi. Pada tahun 2015, BOXPARK dibuka, dan menyebut dirinya sebagai 'kawasan urban'. Berdasarkan berbagai proyek pembangunan urban di kota-kota kosmopolitan lainnya, BOXPARK merupakan kumpulan kontainer industrial yang bergaya eksentrik dan menghadirkan butik, kafe, yang disusun di antara taman.

Yang lebih baru, pada bulan Februari 2016, Dragon Mart 2 dibuka. Ini menjadi pusat perdagangan Tiongkok terbesar di luar negara Tiongkok dengan 570 toko, 520 booth dan sebuah tempat parkir yang mampu menampung 4.500 mobil.

Ada lagi. Pusat perbelanjaan di Dubai juga menghadirkan berbagai hal untuk dinikmati. Mengikuti jejak Ibn Battuta, salah satu penjelajah terkenal dari Timur Tengah, langkahkan kakimu menyusuri berbagai tema yang berbeda di Ibn Battuta Mall yang menghadirkan pesona Andalusia, Tiongkok dan Mesir.

Jelajahi piramid saat kamu mengunjungi Wafi Mall dengan tema Mesir. Nikmati pesona pedesaan Italia di Mercato Mall. Kunjungi pusat perdagangan terbesar di luar Tiongkok di Dragon Mart (tempat ini memiliki bentuk naga).

Kunjungi juga kumpulan Gentoo dan penguin atau terbang menggunakan tali ikat dari pegunungan bersalju di SKI Dubai yang terletak di Mall of Emirates. Lalu abadikan foto di air terjun menakjubkan di The Dubai Mall. Kamu juga bisa menjelajahi jalan di depan dermaga atau berbelanja perabotan rumah terbaru dari IKEA di Dubai Festival City. Atau bawa dirimu untuk berbelanja dengan harga miring di Dubai Outlet Mall.

Untuk pengalaman belanja dengan pesona Arab yang berbeda, kunjungi souq (pasar tradisional Arab). Souq Al Bahar dan Madinat Souq merupakan dua tempat dengan sentuhan modern namun tetap memancarkan pesona tradisional yang jauh dari gemerlap hotel berbintang. Nikmati sensasi kembali ke masa lampau dengan mengunjungi pasar historis berusia ratusan tahun yang terletak di sisi Dubai Creek.

Lalu berburu bahan tekstil terbaik di Textile Souq dan nikmati aroma kunyit serta duba saat kamu melangkahkan kaki menyusuri Spice Souq. Kemudian bersiaplah untuk terkagum dengan jajaran emas dan berlian di Gold Souq yang terkenal.

Tentu saja, melakukan tawar menawar untuk mendapatkan harga terbaik menjadi pengalaman menarik sata berbelanja di souq. Sama halnya jika kamu menuju ke area eklektik Satwa dan Karama. Di dua area yang hingar bingar ini ada banyak penjahit yang bisa merancang pakaian untukmu dalam beberapa hari. Di sini kamu juga bisa mencari pernak-pernik dan gawai dalam berbagai jenis hanya dengan beberapa dirham.

Meskipun belanja bukan menjadi hal paling favorit untukmu, nikmati hari dengan bersantai di salah satu kafe di Satwa dan Karama tak ada salahnya dicoba lho.

Pengalaman lokal lainnya yang bisa kamu rasakan di Dubai adalah saat mengunjungi pasar mingguan seperti Zabeel Park yang buka tiap Jumat pagi, atau Al Barsha Pond Park yang ada setiap Sabtu malam. Disana kamu akan menjumpai seniman lokal menjajakan pernak-pernik khas seperti barang seni, dan juga petani menjual berbagai hasil bumi organik yang baru saja dipanen.

Untuk mendapatkan pengalaman lokal maupun internasional, kunjungi Global Village, dimana lebih dari 65 negara hadir bersama dalam 37 pavilion megah untuk mempertunjukkan produk-produk lokal mereka. Beli madu dari Yaman, karpet dari Iran, pot kayu dari Afrika dan buah-buahan kering dari Thailand. Tidak ada satupun pavilion yang sama, dan pengunjung akan dibawa ke sebuah petualangan global.

Inilah semua pengalaman yang akan kamu rasakan saat berbelanja di Dubai. Selalu berubah, tak terduga dan tak terlupakan.

Untuk mulai merencanakan petualangan menarikmu ke Dubai bersama keluarga, yuk kunjungi http://www.visitdubai.com/id/ (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Kamis, 13 Oktober 2016

Ini Perkembangan Terakhir Kingdom Tower di Jeddah

PHA3M -- Kingdom Tower yang bakal menjadi menara tertinggi di dunia terus dikebut pengerjaannya.

Berikut ini ada video mengenai update ketinggian tower tersebut.

Selamat menikmati. (*)


Jamaah Haji Diminta Waspada dari Souvenir non Halal

PHA3M -- Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar-DKI-Banten sanksi dengan kehalalan suvenir haji dari Mekkah, Arab Sudi, yang dibawa pulang jemaah haji ke Indonesia. Pasalnya, di Tanah Suci banyak beredar barang-barang murah buatan Cina.

Ketua HLKI Jabar-DKI-Banten Firman Turmantara mengatakan sampai saat ini masih belum ada penelitian yang bisa memastikan kehalalan barang-barang suvenir haji buatan Cina yang masuk ke Tanah Suci, baik oleh Pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.

"Untuk konsumen kita imbau agar hati-hati, khususnya yang beli di Arab Saudi. Tolong ditanya kepada penjual produk nonpangan itu halal atau haram seperti minyak wangi, pelembab herbal dari Cina. Tapi saya tidak menuduh itu mengandung babi," kata Firman di Universitas Pasundan, Jalan Lengkong, Kota Bandung, Selasa 11 Oktober 2016, dilaporkam tempo.co.

Firman mengatakan hingga saat ini masih banyak jemaah haji asal Indonesia yang pulang ke tanah air membawa oleh-oleh yang tidak terjamin kehalalannya. Menurut dia, pemerintah Arab Saudi seharusnya bisa menjamin kehalalan buah tangan yang dibawa oleh jemaah haji.  (*)

Setelah Haji, Lalu Bagaimana?

PHA3M -- Alhamdulillah, jemaah haji Indonesia sudah banyak yang kembali ke Indonesia.

Kita doakan haji yang mabrur.

Lalu apa yang harus dilakukan setelah menunaikan ibadah haji?

Ada banyak, salah satunya tetaplah beramal saleh.

Lihat apa selanjutnya yang harus dilakukan di sini. (*)

Minggu, 24 Oktober 2010

Memburu Kencing Onta yang Kontroversial

Ketika baru dua hari, kami wartawan yang tergabung dalam media center haji (MCH), tiba di Madinah, kami membicarakan rencana untuk membuat feature, salah satunya tentang peternakan onta sekaligus mencoba susunya yang baru diperah.

Namun seorang petugas haji yang sudah lama mukim di Arab Saudi menyatakan bila sekarang yang diburu bukan lagi susu onta melainkan kencingnya. Katanya, kencing onta bisa menjadi obat bagi aneka penyakit berat.

Maka, kami pun akhirnya menuju peternakan onta di kawasan Abu Duud, Madinah. Di salah satu peternakan milik Khalid, kami melihat sejumlah jamaah calon haji Indonesia sedang mencoba susu onta. Beberapa juga membelinya untuk dimasukkan ke botol air minum meniral.

"Susu harganya 5 riyal," kata salah seorang pegawai peternakan dalam bahasa Arab. Lelaki berkulit hitam gelap tinggi besar itu dengan cekatan menyaring susu onta saat menuangnya ke dalam sebuah mangkok kecil.

Di sekeliling kami hanya padang tandus dan gunung-gunung gersang. Cuaca sangat terik. Sepanjang mata memandang, tanah-tanah kering berdebu, selain gunung, hanya onta dalam kandang-kandang sederhana. Para 'penggembala' onta jumlahnya hanya sedikit dibanding jumlah onta yang begitu banyak.

Dengan cuaca yang panas, minum susu onta terasa sangat segar. Tidak cuma menyegarkan, susu onta juga memberikan energi yang melimpah. Katanya susu ini memiliki kandungan kalori lima kali dibandingkan nasi.

"Segar. Rasanya manis, padahal kan tidak dikasih gula," kata salah seorang jamaah haji.

Peternakan onta milik Khalid merupakan salah satu peternakan yang sering dikunjungi jamaah Indonesia. Peternakan yang sudah dibuka selama 20 tahun ini mempekerjakan 12 pekerja dari Sudan. Untuk kerjanya itu, para penggembala' itu tidur dan makan di peternakan. Ada sofa-sofa tua yang warna kain pembungkusnya sudah luntur dan sebuah tenda kecil tempat para pekerja tidur.

"Kami tugasnya tidak cuma menjaga, tapi juga memberi makan onta dan memeras susunya. Susu onta hanya kami peras kalau ada orang yang datang dan ingin membelinya sebab susunya tidak tahan lama," jelas Zul, salah seorang pekerja di peternakan itu.

Penghasilan terbesar dari peternakan onta tentu saja berasal dari dagingnya. Onta yang besar dihargai sekitar 15 ribu sampai 20 ribu riyal. Sementara onta yang kecil harganya antara 5 ribu sampai 7 ribu riyal.

Makanan onta adalah rumput. Tapi sayangnya rumput sangat mahal. Tahu sendirikan Arab sangat tandus, sehingga rumput pun tidak bisa tumbuh kecuali lewat perawatan yang menghabiskan biaya supermahal. Seikat rumput harganya 5 riyal, lebih mahal daripada jus yang seukuran 200 mililiter yang dihargai hanya 1 riyal ataupun kebab yang harganya hanya 4 riyal.

Singkat kata dengan uang 5 riyal orang sudah bisa makan dengan kenyang di Madinah. Mungkin karena harga rumput yang mahal, makanan onta pun tidak hanya rumput, tapi juga roti kering dan koran.

Setiap onta menghasilkan susu yang berbeda-beda. Bila sedang banyak, satu onta bisa memberikan satu ember susu yang beratnya sekitar 10 kilogram.

Setelah berkeliling peternakan, memotret onta-onta juga sejumlah teman mencicipi susu onta, kami pun menanyakan soal kencing onta. Pekerja peternakan itu membandrol susu onta dengan harga lebih mahal dibanding susu onta. Kencing onta ukuran sekitar 250 mililiter ditawarkan dengan 100 riyal.

Si pekerja itu bercerita, kencing onta berfungsi untuk obat. Cara memakainya bisa dioleskan di kepala, di perut ataupun diminum langsung. Untuk meyakinkan yang dijualnya kencing onta sungguhan, si pekerja itu pun meminum kencing onta tersebut.

"Kalau ditaruh di dalam kulkas kencing onta ini bisa awet sampai berbulan-bulan," promosi si pekerja peternakan.

Kencing onta ini diceritakan bisa menyembuhkan penyakit ginjal, sakit gula atau penyakit berat lainnya. Masalahnya apakah kencing onta itu halal atau haram untuk dikonsumsi masih menjadi kontroversi.

Banyak yang berpendapat kencing adalah najis, sehingga minum kencing onta pun hukumnya haram. Tapi ada juga yang berpendapat lain, susu dan kencing onta disebut merupakan obat yang diperbolehkan.

Kepala Seksi Pelayanan Umum dan Bimbingan Ibadah Daker Madinah Djawahir Tantowi Majedi menyatakan kencing onta boleh dijadikan obat bila dalam kondisi darurat.

"Kalau masih ada obat yang lain ya sebaiknya dengan obat yang lain saja," kata Djawahir.

Sumber

Featured News

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib