Tampilkan postingan dengan label administrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label administrasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2019

BPKH Belum Gunakan Dana Haji untuk Infrastruktur









Anggito Abimanyu
PHA3M --  Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebut tahun 2018 dana haji yang dikumpulkan mencapai Rp 113 triliun atau lebih tinggi dari target awal Rp 111 triliun.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan saat ini dana haji yang dikelola ditempatkan pada deposito perbankan syariah dan surat berharga syariah.

Belum ada investasi langsung yang dilakukan oleh BPKH terkait dana haji ini.

"Tidak ada satu rupiah pun dana haji yang digunakan untuk infrastruktur, kita hanya investasi di deposito dan surat berharga, clear ya," kata Anggito dalam konferensi pers di Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Dia menjelaskan saat ini komposisi investasi dana haji 50% di bank dan 50% surat berharga. Namun tahun ini komposisi akan digeser menjadi 50% di bank syariah, 30% di surat berharga syariah dan 20% untuk investasi langsung serta investasi lainnya.

Menurut Anggito pengelolaan dana haji ini sudah sesuai dengan substansi dan tidak ada yang dilanggar oleh BPKH.

Untuk investasi langsung dan investasi lainnya saat ini BPKH sedang menjajaki kepemilikan perusahaan katering di Arab Saudi. Saat ini dia menyebutkan dapur katering tersebut sudah terbangun dan nantinya akan melayani jamaah dari Asia Tenggara.

BPKH juga berencana untuk membuat usaha patungan atau joint venture bersama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk mengakuisisi perusahaan pengadaan valuta asing (Valas) atau money changer di Arab Saudi.

Kemudian joint venture dengan PT Pertamina untuk kerja sama pengadaan avtur agar ketersediaan bahan bakar untuk penerbangan haji dan umroh bisa terjamin.

Tahun ini BPKH menargetkan jumlah pendaftar haji mencapai 700.000 orang dan target dana kelolaan Rp 121 triliun.

"Kami berani menaikkan karena kita sudah punya 31 bank penerima setoran yang memiliki outlet di mana-mana. Jadi kami agresif untuk menyelamatkan umat yang wajib haji tapi belum membayar," ujarnya.  (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Senin, 16 Juli 2018

Pantau Saudaramu yang Haji dengan Aplikasi Ini



























ilustrasi
PHA3M --  Kementerian Agama menghadirkan kembali layanan berbasis digital pada musim haji tahun ini.

Versi terbaru aplikasi Haji Pintar kini sudah ada dan bisa didownload di Google Play Store.

"Alhamdulillah saat ini aplikasi Haji Pintar sudah bisa diunduh," kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, di Jakarta, Minggu (15/7/2018).

Menurut Sri Ilham, aplikasi ini menggunakan ikon gambar Kakbah dengan tulisan "HAJI PINTAR".

Sejumlah layanan tersaji dalam aplikasi ini, antara lain informasi seputar akomodasi, transportasi, dan konsumsi yang akan diterima jemaah selama di Saudi.

"Dengan memasukan nomor kloter, misal JKG 01 untuk jemaah kloter satu embarkasi Jakarta-Pondok Gede, maka jemaah sudah bisa mengetahui di mana hotel mereka saat di Madinah dan Makkah," terangnya.

ilustrasi

Selain itu, ada juga info jadwal penerbangan, cuaca di Arab Saudi, Hajipedia (istilah seputar haji dan umrah), serta sejumlah video tutorial penggunaan sarana prasarana yang akan diterima jemaah selama di Tanah Suci.

"Aplikasi ini juga menyediakan fitur pengaduan bagi jemaah yang berangkat tahun ini. Jemaah haji dapat menyampaikan persoalan yang didapati selama menjalankan ibadah haji dengan akses login menggunakan nomor paspornya," jelas Sri Ilham.

Sri Ilham berharap, layanan ini dapat memberikan kemudahan kepada jemaah dalam mengakses beragam informasi seputar ibadah haji tahun 2018.

"Bagi calon jemaah haji yang belum berangkat tersedia juga layanan perkiraan atau estimasi keberangkatan. Calon jemaah haji bisa mengecek perkiraan tahun keberangkatan mereka dengan memasukan nomor porsi pendaftaran," katanya. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Rabu, 04 Juli 2018

Keren, Mulai Tahun Ini Jemaah Haji Bisa Cetak Visa Secara Mandiri








ilustrasi
PHA3M --  Calon jemaah haji Indonesia bisa mencetak visa secara mandiri pada tahun ini. Visa haji yang mereka cetak akan tetap dianggap dokumen resmi jika terverifikasi di sistem Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi.

Menurut Kasi Pemvisaan Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen PHU Kementerian Agama, Akhmad Jauhari, jamaah bisa secara mandiri memeriksa proses penerbitan visa haji mereka melalui laman http://visa.mofa.gov.sa. Di laman itu, jamaah tinggal memasukkan nomor paspor mereka atau nama depan untuk mengetahui sejauh mana visa mereka telah diproses.

Setelah memasukkan nomor paspor atau nama depan, jamaah nantinya diarahkan untuk proses selanjutnya. Jika pengajuan visa haji telah disetujui, maka jamaah bisa mengakses dokumen digital visa mereka dan mencetaknya.

“Di-print berapapun resmi karena yang diperiksa bukan fisik, tetapi catatan data di sistem komputer,” kata Jauhari di kantor Kemenag, Selasa (3/6/2018).

Ia mengatakan, proses ini akan sangat membantu para jamaah untuk mengetahui kepastian soal visa haji mereka. Kemampuan mencetak sendiri juga bisa menghindarkan kehilangan dokumen.

Sejauh ini, menurut Jauhari belum ada kendala berarti dalam proses pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Kendati demikian, ditemukan kasus perbedaan ejaan nama dalam paspor yang diajukan untuk proses visa dengan nama yang digunakan mendaftar.

Hal tersebut, kata Jauhari, bisa diselesaikan dengan menghadirkan jamaah dan mendatangkan saksi-saksi untuk memastikan identitas jamaah terkait.

Kendala selanjutnya, yang sejauh ini baru ditemukan satu kasus, yakni  persoalan jenis paspor. Menurut Jauhari, kebanyakan paspor terbitan lama tidak bisa terbaca sistem pemindaian e-hajj.

Sementara petugas di Kemenag tak difasilitasi pengisian data manual. “Solusinya, ketika ada paspor yang tak bisa dibaca sistem kita konfirmasi ke operator sistem e-hajj di jeddah untuk menginput data manual,” kata Jauhari.

Hingga Selasa (3/6/2018) petang, Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen PHU mencatat sebanyak 8.861 visa haji telah diterbitkan pihak Arab Saudi. Sementara dokumen yang sudah diterima sebanyak 163.236 dari total kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 221 ribu jamaah.

Sementara dokumen yang sudah masuk tahap pengelompokan sebanyak 139.248 dari yang telah diverifikasi sebanyak 142.683 pengajuan.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Nasrullah Jasam menargetkan, tiap harinya bakal diselesaikan 8 ribu hingga 10 ribu visa haji. Dengan rerata tersebut, ia mengharapkan, saat kloter pertama diberangkatkan pada 17 Juli nanti, visa untuk sekitar 40 ribu jamaah dari 70 hingga 100 kloter sudah disetujui pihak Arab Saudi.

Total kloter yang diberangkatkan dari Indonesia tahun ini sebanyak 278 kloter. Nasrullah optimistis, keterlambatan penerbitan visa haji seperti tahun lalu tak terulang.

Sebab, pihak Kemenag telag menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya denga n menempatkan 33 petugas di Kedutaan Besar Arab Saudi. Begitu ada persoalan seperti kesalahan input nama, para petugas akan langsung menyelesaikan selekasnya.

“Kami berusaha semaksimal mungkin. Kalau dijamin (tak ada keterlambatan), itu urusan Allah SWT, tetapi kami sudah belajar dari pengalaman tahun lalu,” kata dia di kantor Kemenag, kemarin.   (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Selasa, 17 April 2018

Pemerintah Siapkan Buku Digital Manasik Haji

PHA3M --  Kementerian Agama tengah menyiapkan versi digital buku manasik haji 1439H/2018M. Versi digital ini tersaji dalam format PDF dan bisa diunduh (download) pada web Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (Ditjen PHU).

“Untuk memudahkan akses masyarakat, utamanya jamaah, kami siapkan versi digital buku manasik haji. Bagi yang berminat, sila klik di laman Ditjen PHU,” terang Direktur Bina Haji, Khoirizi, Ahad (15/04/2018) lansir Kemenag, untuk download, di tautan https://haji.kemenag.go.id/v3/content/buku-manasik-haji-2018.

Menurut Khoirizi, buku manasik haji tahun ini tampil dalam format baru, hasil revisi dari buku sebelumnya.

Beberapa hal yang baru, salah satunya penambahan informasi berupa pencantuman footnote (catatan kaki) sumber doa atau hadits. Selain itu, sampul buku ini juga mengalami perubahan warna, serta ada penambahan informasi up to-date.

Buku ini sekarang masih dalam proses pengadaan oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

“Jika proses pengadaan sudah selesai, akan langsung dibagikan ke jamaah,” ujarnya. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Sabtu, 31 Maret 2018

Marak Kasus Penipuan Umrah, Hindari dengan Cara Ini












NU Online
PHA3M -- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memberikan lima hal penting kepada calon jemaah yang ingin mendaftar umroh.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal PHU Nizar Ali agar calon jemaah tidak tertipu oleh biro-biro travel yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi menyelewengan uang jemaah.

Menurut Nizar, pertama, calon jemaah harus memilih travel umroh berizin resmi. “Silakan cek di web Kemenag atau tanyakan ke Kankemenag kabupaten/kota setempat untuk memastikan status travel dimaksud,” ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (27/3) di Kantor Kemenag Jakarta.

Kedua, sambung Nizar, calon jemaah mesti menakar harga paket umroh yang ditawarkan, mendekati atau sama dengan harga referensi.

Ketiga, imbuhnya, pastikan saat mendaftar memperoleh nomor registrasi untuk mengecek proses pemberangkatan melalui Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH).

Keempat, pastikan paket yang ditawarkan sesuai standar pelayanan minimal yang meliputi: bimbingan ibadah, transportasi, akomodasi dan konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, serta perlindungan jemaah.

Kelima, calon jemaah harus segera melapor jika menemukan masalah melalui SIPATUH.

“Jadi, untuk lebih aman, gunakan SIPATUH saat mendaftar umroh. PPIU yang terdaftar di SIPATUH sudah dipastikan mendapat izin resmi dari Kemenag. Paket yang ditawarkan pun sudah memenuhi standar pelayanan minimal,” tutup Nizar. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Sabtu, 11 Maret 2017

Kunjungan Raja Salman dan Ekonomi Haji

PHA3M -- Memasuki minggu kedua kunjungan fenomenal dan bersejarah Raja Salman bin Abdul Aziz al- Saud ke Tanah Air sejak Rabu (1/3), sejumlah kerja sama telah ditandatangani oleh Indonesia dan Arab Saudi dan menjadi momentum peningkatan relasi perdagangan bilateral dua negara.

Setidaknya 11 kesepakatan bilateralIndonesia-ArabSaudidi tingkat kementerian dan lem b - aga berhasil disepakati de ngan nilai pembiayaan proyek sebesar USD7 miliar. Ditambah kese - pakatan business to business antar akadin dengan mitra dari Arab Saudi yang mencapai USD2,4 miliar, total investasi hinggakemarinsetidaknya telah mencapai USD9,4 miliar atau sekitar Rp125 triliun. Meski angka ini masih jauh di bawah estimasi nilai kerja sama yang diumumkan pejabat Indonesia sebelumnya (sebesar USD25 miliar atau Rp334 triliun), total nilai investasi ini sudah cukup fantastis.

Terlebih jika dibandingkan nilai inves - tasi Arab Saudi di Indonesia sebelumnya yang hanya sebesar USD900.000 pada 2016 dan USD30 juta pada 2017. Walaupun kesepakatan ter - sebut di atas menyangkut ber - bagai sektor—perdagangan dan investasi, kesehatan, keaman - an, pendidikan, keagamaan, hingga pariwisata, salah satu poin yang paling sering men - dapat perhatian masyarakat dan pemerintah (bahkan se - belum kedatangan sang Raja) adalah persoalan kuota haji. Untungnya, pemerintah telah menegaskan bahwa negara kita memperoleh pengembalian kuota haji ke tingkat normal (211.000) dan kuota tambahan tahun 2017 (10.000) menjadi total 221.000 jamaah.

Tulisan berikut mencoba mengulas bahwa kerja sama ekonomi di bidang haji dan umrah memiliki prospek yang jauh lebih besar dari sekadar per soalan kuota haji, dan di - yakini dapat memberikan ke - untungan ekonomis yang lebih besar bagi dua negara.

Visi 2030 dan Prospek Ekonomi Haji-Umrah Saudi

Sebagaimana jamak di - ketahui, sejak beberapa tahun terakhir, Arab Saudi juga sedang menghadapi tekanan ekonomi yang sebagian besar berasal dari penurunan harga minyak dunia selama 2, 5 tahun terakhir. Karena itulah, sejak April 2016 Saudi telah mencanang - kan transformasi ekonomi, dari ekonomi berbasis minyak men - jadi ekonomi yang lebih ter - diversifikasi—demi mengu - rangi ketergantungan negara ter sebut pada sumber pen - dapatan minyak.

Transformasi ekonomi yang di canangkan Pangeran Muhammed bin Salman— putra Raja Salman—dan di - kenal dengan Visi 2030 ini juga menegaskan ambisi Saudi men - jadi jantung jazirah Arab dan dunia Islam, selain tetap men - jadi pusat kekuatan investasi dan pusat yang meng hubung - kan tiga benua sekaligus: Asia, Eropa, dan Afrika. Salah satu sasaran dari Visi 2030 tersebut adalah pening - kat an kapasitas wisatawan umrah, dari hanya sekitar 8 juta menjadi 30 juta setiap tahun. Visi 2030 ini juga memerlukan investasi besar-besaran di bi - dang infrastruktur, perumah an, pendidikan, energi, pari wisata, dan perbankan.

Sebenarnya, bagi Saudi, haji adalah tulang punggung utama perekonomian negara ini sejak dulu, sebelum industri minyak mereka berkembang pesat. Saat industri minyak Saudi mengalami masa keemasan dan harga minyak mencapai puncak - nya, Pemerintah Saudi memang tidak lagi banyak bergantung pada pendapatan haji dan umrah, tetapi industri ini masih merupakan sumber pendapatan utama bagi pihak swasta di dalam negeri. Untuk dapat menunaikan ibadah haji, seorang jamaah haji memang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh setiap indi vidu adalah sebesar USD6.000. Karena itu, tak mengherankan jika dalam ajaran Islam sendiri ibadah haji ini sering diidentikkan dengan konsep istitha’ah (mampu). Salah satu makna dari ter ma istitha’ah ini adalah kemam pu an eko nomi karena ibadah haji meniscayakan kemam puan menyediakan biaya yang cukup besar. Saat ini potensi haji dan umrah bagi Saudi memang masih sangat bernilai: haji dan umrah bahkan menjadi sektor terpenting ke dua bagi Saudi setelah minyak dan gas.

Mengutip satu laporan dari laman Forbes, pada 2014 saja pendapatan Saudi dari ga bungan haji dan umrah diperkirakan sebesar USD 18,6miliar— yang USD8,5 miliar di antaranya berasal dari penyeleng garaan haji saja. Dengan jumlah jamaah haji dan umrah yang hingga kini telah mencapai sedikitnya 12 juta jamaah per tahun, pendapatan di sektor ini setara 10% dari pendapatan minyak negara tersebut serta memberi andil sekitar 3% dari total PDB Arab Saudi. Sekitar 40% pendapatan tersebut berasal dari sektor perumahan, disusul suvenir/ hadiah (15%), makanan (10%), dan sisanya dari layanan lain.

Peluang Indonesia

Perubahan orientasi ke bijakan ekonomi Saudi yang kini lebih inklusif dan ter diver sifikasi, serta potensi ekonomi haji dan umrah yang demikian besar, tentumerupakanpe luanguntuk meningkatkan kerja sama dua negara di ber bagai sektor yang terkait pe nyelenggaraan haji dan umrah. Kerja sama investasi di bidang real estate (hotel) untuk kepentingan pemondokan para jamaah adalah salah satu contohnya.

Potensi pendapatan dari sektor ini bukan hanya dari jamaah Indonesia—yang jum - lah nya terus meningkat dan akan menjadi captive market, tapi juga bagi jamaah haji dan umrah yang berasal dari luar Indonesia. Dengan jumlah jamaah haji dan umrah ke Saudi yang di - proyeksikan akan terus me - ning kat, total permintaan un - tuk kebutuhan akomodasi akan menjadi pendorong utama kebutuhan hotel di Saudi secara ber - kesinam bungan, termasuk untuk kepentingan sewa para jama ah dari b e r b a g a i negara.

Dari kunjungan Raja Salman saat ini, peluang investasi hotel dan pemondokan di Arab Saudi sebenarnya se - makin terbuka lebar dengan ditan da tangani nya kese - pakat an Presiden Jokowi dan Raja Salman untuk meningkatkan kerja sama per dagangan dan investasi, ter utama di bidang infrastruktur dan perumahan. Apalagi, hal ini langsung d - itindaklanjuti oleh pelaku bisnis sehari setelahnya, me lalui kesepakatan senilai USD2 miliar (Rp26,6 triliun) antara Wijaya Karya dengan salah satu perusahaan Arab Saudi untuk membangun 8.000 perumahan beserta infrastrukturnya di Arab Saudi.

Meskipun kerja sama semacam ini bukan hal baru karena telah banyak per usahaan konstruksi asal Indo nesia yang mendapat proyek besar di Saudi, hal ini tetap da pat menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan ke inginan kita untuk mem bangun jaringan bis - nis hotel di Saudi sebagai mana telah dirintis Malaysia melalui Tabung Haji. Kerja sama lain terkait hajiumrah adalah pada pengem - bangan produk UMKM, ter - masuk ekspor gift, suvenir, dan kerajinan tangan. Meski tidak ada perkiraan resmi mengenai nilai perdagangannya, sektor ini mendatangkan ratusan juta dolar setiap tahun.

Apalagi, se - bagaimana diketahui, harga su - ve nir di Mekkah terbilang tinggi. Sebagian besar produk se perti sajadah dan manik-manik tidak dibuat di Saudi, melainkan di ne - gara lain seperti China. Sektor produk makanan halal juga mestinya terus di dorong. Keberhasilan produk mi Indo - food, yang berhasil menjadi top of mind produk mi instan di negara-negara Timur Tengah dengan tagline yang sangat populer, Ana Uhibbu Indomie, seharusnya diikuti oleh produkproduk kuliner lain di Tanah Air, yang terus berkembang dan berevolusi.

Fenomena kuliner Salad Solo yang demikian di - gemari Raja Salman saat jamu - an makan siang di Istana Bogor minggu lalu adalah sebagian contoh yang dapat kita promosikan segera. Tentu saja masih banyak sektor lain yang cukup menjan - jikan yang terkait ibadah hajiumrah ini. Di Saudi sendiri beberapa sektor telah terbukti memperoleh pendapatan yang cukup besar selama pelak sana - an ibadah haji seperti restoran, agen perjalanan, maskapai pe - nerbangan, hingga perusahaan telekomunikasi.

Pada kunjungan Raja Salman ke Indonesia yang penuh euforia kali ini, kita telah berusaha dan sukses menampilkan potensi kekuatan ekonomi, stabilitas politik, hingga keramahan dan keragaman Islam dan budaya Indonesia. Kini setelah kafilah Khadim al-Haramain berlalu, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana prospek kerja sama ekonomi di bidang haji-umrah yang demikian besar ini dapat ditindaklanjuti oleh negara yang telah diklaim sang Raja sebagai rumah keduanya.

Ahmad Zaky
Founder & Managing Partner Tosora Solutions , Jakarta dan Wakil Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang  (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Kamis, 22 Desember 2016

Kemenag Mulai Terapkan Sistem Pembayaran E-Hajj

PHA3M -- Pihak Kementerian Haji Saudi Arabia memastikan bahwa proses pembayaran layanan haji tahun ini dilakukan secara elektronik melalui e-hajj. Kepastian ini terungkap dalam pertemuan antara tim Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah dengan Wakil Menteri Haji di Kantor Kementerian Haji Madinah.

"Tahun ini, semua tahapan pembayaran harus dilakukan dengan sistem pembayaran elektronik dan tidak diperkenankan melakukan pembayaran diluar E-hajj," kata Wakil Menteri Haji, Umrah, dan Urusan Ziarah, Muhammad Bin Abdurrohman Al-Bijawi di kantor Kementerian Haji, Madinah, Ahad (18/12), dilaporkan kemenag.go.id.

Hadir dalam pertemuan ini, Staf Teknis Haji I KJRI Jeddah, Ahmad Dumyathi Bashori, staf teknis haji II, Arsyad Hidayat, Kasubdit Akomodasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nasrullah Djasam, serta Kasubdit Transportasi, Subhan Cholid.

Al-Bijawi akui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan pada sistem pembayaran elektronik (E-hajj) pada penyelenggaraan haji tahun lalu. Menurutnya, hal itu disebabkan mekanisme dan sistem yang digunakan masih baru dan dalam tahap pengembangan. Namun demikian, dia memastikan persoalan yang muncul tahun lalu telah diatasi, serta sistemnya juga sudah diperbaiki dandiperhaharui.

Selain itu, Al-Bijawi juga menginformasikan kepada tim KUH KJRI bahwa kontrak akomodasi jemaah pada penyelenggaraan haji tahun ini harus dilakukan dengan pemilik hotel secara langsung. Kontrak dengan Majmuah (grup) masih diperbolehkan, selama hotel yang dikontrak memang atas nama Majmuah.

Al-Bijawi juga mengusulkan agar kontrak akomodasi di Madinah dilakukan dengan mekanisme kontrak musim penuh, tidak lagi menggunakan blocking time. Menurutnya, hal ini dimaksudkan agar pelayanan akomodasi kepada jemaah lebih maksimal.

Ditjen PHU Kementerian Agamatelah mulai melakukan sejumlah persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1438H/2017M. Tim sudah diberangkatkan ke Saudi Arabia untuk melakukan sejumlah langkah persiapan awal penyediaan layanan di sana.

Dumyathi menyampaikan rasa terima kasih kepada Al-Bijawi atas bantuan yang telah diberikan dalam penyelenggaraan haji tahun lalu. Terkait kebijakan yang disampaikan Al-Bijawi, Ahmad Dumyathi akan segera mengkonsultasikan kepada Dirjen PHU.

Dalam kesempatan itu, Dumyathi juga menginformasikan adanya kenaikan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji tahun lalu. "Musim haji tahun lalu Alhamdulillah berjalan sukses, banyak pihak mengapresiasinya. Bahkan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia mengalami kenaikan mencapai 83.83 persen," katanya.

Akan hal ini, Al-Bijawi mengapresiasi peningkatan kepuasan jemaah haji Indonesia, dan berharap bisa terus ditingkatkan. Menurutnya, layanan haji masih bisa ditingkatkan dan mengakui bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang selalu mencoba untuk meningkatkan pelayanannya.   (*)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Senin, 03 Oktober 2016

Biaya Visa Haji dan Umrah Semakin Mahal

PHA3M -- Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan visa baru, yang menaikkan biaya visa haji dam umrah yang kedua menjadi hampir Rp7 juta.

BBC melaporkan, perubahan biaya visa ini diputuskan pada awal Agustus, namun baru diberlakukan mulai 2 Oktober, kata media di Saudi, Saudi Gazette.

Visa untuk haji dan umrah yang pertama tetap gratis alias tidak dipungut biaya, kata laporan media.

Keputusan tentang biaya visa tersebut dikeluarkan oleh Dewan Menteri Saudi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Pangeran Muhammad Bin Naif, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri.

Presiden Jokowi: Arab Saudi setujui penambahan kuota haji Indonesia
Beberapa hari lalu pemerintah memangkas gaji dan tunjangan untuk pegawai negeri, yang mencakup pemotongan gaji menteri sebesar 20%.

Tunjangan untuk para pegawai pemerintah, seperti kendaraan dan perabotan juga dipangkas.

Kenaikan biaya visa dan pemotongan gaji pegawai negeri diberlakukan ketika pemerintah Saudi mencoba mengatasi defisit anggaran yang disebabkan oleh menurunnya harga minyak.

Dalam pertemuan organisasi negara-negara penghasil minyak OPEC di Aljazair, hari Rabu (28/09), Saudi dan 11 negara anggota untuk pertama kalinya setuju untuk memotong produksi.

Harga minyak per barel mencapai puncak pada kisaran US$100 pada pertengahan 2014 namun anjlok hingga ke tingkat US$20 pada Februari 2016.

Saudi saat ini menerapkan reformasi untuk mengubah sistem kesejahteraan bagi masyarakat dengan sasaran mendapatkan penerimaan sebesar US$100 miliar dari nonminyak pada 2020. (*)

Rabu, 17 Agustus 2016

Triliunan Rupiah Berputar di #Mekkah dan #Madinah Selama #Haji

PHA3M -- Kota Mekkah dan Madinah masih dianggap sebagai kota dengan jumlah kunjungan orang asing tertinggi di dunia setiap tahunnya. Betapa tidak, dua kota yang dikenal sebagai Tanah Suci itu, setiap tahunnya dikunjungi ribuan, bahkan jutaan umat Muslim dari penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, serta ziarah ke makam Rosulullah Muhammad SAW.

Menurut catatan Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi tahun 2012, jumlah jemaah haji yang datang ke Mekkah dan Madinah sekitar 2,9 juta orang. Pada bulan suci Ramadan 1433 Hijriah, jumlah jemaah umrah mencapai 4,8 juta. Jumlah itu belum termasuk jemaah umrah di bulan-bulan lainnya.

Otoritas setempat mencatat jumlah total jemaah haji dan umrah pada tahun 2012 lebih dari 10 juta orang.

Pertumbuhan jumlah kunjungan ke Kota Mekkah dan Madinah terus meningkat setiap tahunnya. Angka pada 2012 meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2004 daan 2005, rata-rata jumlah kunjungan jemaah umrah mencapai 5 juta orang, dan haji 2,1 juta jemaah.

Sedangkan pada 2010, angka kedatangan jemaah haji dan umrah di dua kota suci itu tercatat resmi sekitar 8,7 juta jemaah.

Fakta ini jelas memberikan manfaat ekonomis tidak hanya bagi pemerintah Arab Saudi, tapi juga warga sekitar. Para ekonom memperkirakan, pemerintah Arab Saudi meraup ratusan triliun rupiah setiap tahunnya, dari pelayanan haji dan umrah.

Pemerintah Arab Saudi sendiri tak menampik keuntungan ekonomis yang diperoleh dari pengelolaan haji dan umrah. Selain besarnya devisa yang masuk, perputaran uang yang tinggi juga semakin meningkatkan taraf hidup warga sekitar.

Kepala Komisi Transportasi, Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi, Dr Ali Hasan Al Nagur menyebutkan angka sekitar 30 miliar Riyal, atau setara Rp76,5 triliun yang diperoleh Pemerintah Arab Saudi pada kurun waktu 2004-2005.

Keuntungan itu terus meningkat dua kali lipat pada musim haji tahun 2011. Arab Saudi berhasil memperoleh keuntungan mencapai 62 miliar Riyal, atau Rp165 triliun.

"Pelayanan bagi jemaah haji dan umrah dalam jumlah besar tentu saja membuka lapangan pekerjaan yang besar pula bagi warga Saudi," ujar Ali Hasan dilansir Arabnews.

Banyaknya investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan layanan haji dan umrah, sudah tentu bisa menggenjot ekonomi dengan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Salah satu yang kini sudah berjalan adalah layanan penyediaan air Zamzam bagi jemaah. Sektor ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Belum lagi sektor jasa lainnya, seperti penginapan, katering yang menghasilkan keuntungan 3 miliar Riyal, atau sekitar Rp7,5 triliun. Sementara di sektor transportasi mampu meraup laba hingga 5 miliar Riyal, atau sekitar Rp12,5 triliun. Demikian pula bisnis suvenir, parfum, sajadah, karpet hingga perhiasan yang tak kalah menggiurkan.

Dengan fakta tersebut, tidak berlebihan jika Mekkah dan Madinah dinobatkan sebagai kota dengan tingkat kunjungan orang asing tertinggi setiap tahunnya. Apalagi, jumlah jemaah haji dan umrah akan terus bertambah setiap tahunnya. Tentu saja, tingginya jumlah kunjugan orang asing itu memberi berkah tersendiri bagi warga Mekkah dan Madinah.  (*)

Kamis, 12 November 2015

Pameran Umrah Haji & Wisata

PHA3M --   Pameran Umrah Haji & Wisata Terlengkap, JCC 13-15 Nov 2015.  (*)

Senin, 21 September 2015

Jokowi Ketemu Raja Saudi, Kuota Haji Ditambah

PHA3M -- Jumlah jemaah Indonesia yang akan berhaji pada tahun depan diperkirakan akan bertambah cukup signifikan daripada tahun ini. Selain karena kuota haji sudah tidak lagi dipotong, Indonesia mendapat tambahan kuota sebanyak 20.000 orang.

"Tadi pagi menteri haji menelepon katanya Indonesia tahun depan mendapat tambahan 20.000 jemaah," tutur Menag Lukman Hakim Saifuddin di hadapan para petugas PPIH Arab Saudi dalam acara Malam Ta'aruf di Makkah, Minggu (21/9/2015).

Jumlah 10.000 pertama didapatkan saat Presiden Jokowi bertemu dengan Raja Salman. Lalu kemudian 10.000 berikutnya merupakan kuota tambahan tahun ini yang ditawarkan oleh Arab Saudi secara mendadak seminggu sebelum keberangkatan terakhir dari Tanah Air.

More

Selasa, 06 November 2012

Ingin punya izin penyelenggara haji harus bayar semiliar?


Besarnya ceruk keuntungan agen perjalanan haji menjadi magnet usaha bagi para pebisnis. Beberapa membuka usaha agen perjalanan haji secara resmi, beberapa lagi abal-abal alias ilegal. Bagi perusahaan resmi, tentu lebih leluasa menjaring calon jamaah. Sebab mereka direstui oleh Kementerian Agama, sehingga bisa menggunakan kuota haji khusus.

Berbeda dengan agen tak resmi. Mereka menggunakan rupa-rupa cara buat menjaring calon jamaah dengan keinginan berangkat kilat, tanpa antrean. Cara menggaet sedikit dibumbui dengan janji-janji. Padahal, risiko penipuan dan keamanan bagi calon jamaah menggunakan perusahaan tidak resmi cukup besar.

Sebulan terakhir misalnya. Setidaknya ada tiga kasus penipuan dialami calon jamaah haji lewat jalur non kuota. Sebut saja kasus gagalnya keberangkatan 378 calon jamaah dari agen perjalanan haji tidak resmi, PT Al Bayan Tour. Selain itu puluhan jamaah PT Gadika Ekspressindo dan PT Azizi Tour & Travel juga batal berangkat.

Menurut Kepala Seksi Haji Khusus Kementerian Agama Khoirizi, masyarakat terkadang hanya ingin cepat saja, mendaftar dengan asal ke agen-agen yang mengaku bisa memberangkatkan haji secara cepat."Seharusnya calon jamaah haji khusus tahu saat mendaftar, nama perusahaannya tertera pada barang pembayaran di bank," kata dia kepada merdeka.com pada Selasa (23/10) siang di kantornya.

Dia menilai agen perjalan Al Bayan itu bukan agen perjalanan haji resmi yang terdaftar di Kementerian Agama. Khoirizi mengakui meningkatnya kasus penipuan oleh sejumlah agen abal-abal membuat kementerian waspada menyeleksi agen perjalanan haji yang dianggapnya memenuhi syarat. Tidak mengherankan, Kementerian Agama memperketat aturan dan persyaratan perizinan menjadi agen perjalanan haji. Misalnya memperketat uji administrasi.

Selain itu agen travel yang ingin mendapat izin menjadi penyelenggara haji harus memiliki pengalaman, minimal pernah memberangkatkan 300 jamaah umroh. "Jadi agen yang sudah lolos seleksi ini bukan agen perjalanan kemarin sore, tapi sudah punya pengalaman," ujar Khoirizi.

Dalam proses seleksi di kementerian tidak pernah memungut biaya sepeserpun kepada pendaftar. Makanya tidak semua agen lolos seleski, beberapa gagal. Berikutnya, bagi agen yang lolos diserahkan kepada menteri untuk diperiksa, dan disahkan."Lolos atau tidak, ada hak prerogatif menteri di situ, saya juga tidak tahu," ujar Khoirizi.

Namun sumber merdeka.com menuturkan, tidak mudah mengantongi selembar surat izin resmi menjadi penyelenggara haji. Selain prosesnya kini kian sulit, dia juga mengungkap ada praktik suap di sana. Misalnya biaya-biaya dengan jumlah tidak masuk akal."Untuk satu lembar kertas izin saja, harganya Rp 1 sampai 1,5 miliar, bayangkan. Kalau sekadar biaya administrasi masak sebesar itu," ujar salah satu pemilik agen tak resmi ini.

Mendengar pengakuan itu, Khoirizi membantah. Dia menjamin tidak ada pungutan sepeserpun untuk mengurus izin menjadi agen resmi. Dia justru menantang agar segera melapor ke kementerian bila menemukan praktik pungutan semacam itu ke kementerian agar tidak menjadi desas desus. "Sebutkan nama oknum melakukan itu, kalau ada bukti tertulis, kami akan segera tindak," kata dia menegaskan.

Sumber

Featured News

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib