Tampilkan postingan dengan label ijin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ijin. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2018

Menteri Saudi Keturunan Banten Bertemu Menag Lukman Hakim Saifuddin Bahas MoU Ini











Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Muhammad Salih bin Taher Banten
PHA3M -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Muhammad Salih bin Taher Banten telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019. Penandatanganan MoU bertempat di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Mekah al-Mukarramah.

Kemenag dalam keterangan tertulis menyatakan Indonesia menjadi negara pengirim jemaah haji di kawasan Asia yang pertama diundang Kerajaan Saudi Arabia untuk menandatangani MoU ini. Disepakati bahwa kuota jemaah haji Indonesia 1440H/2019M sebanyak 221 ribu atau sama dengan tahun lalu.

Seusai penandatanganan MoU, Lukman mengatakan kesempatan bertemu dengan Menteri Haji Saudi digunakannya untuk menyampaikan sejumlah usulan peningkatan layanan terhadap jemaah haji Indonesia.

"Kami usulkan, kebijakan fast track (jalur cepat) yang tahun lalu telah diterapkan pada 70 ribu jemaah yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada musim haji 1440H/2019M juga diterapkan di seluruh embarkasi Indonesia," jelas Lukman di Mekah, Senin (10/12/2018).

"Kebijakan ini akan memudahkan jemaah haji karena mereka tidak perlu mengantre lama untuk proses Imigrasi di bandara Jeddah maupun Madinah," lanjutnya.

Inovasi lain yang didiskusikan terkait penerbitan visa haji dan umrah yang dikaitkan dengan perekaman biometrik. Agar tidak membebani calon jemaah haji, Indonesia meminta Pemerintah Arab Saudi tidak menerapkan kebijakan tersebut.

"Kami sudah menjelaskan kepada Menteri Haji Kerajaan Saudi Arabia bahwa kebijakan tersebut akan memberatkan calon jemaah mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas 17 ribu pulau," jelas Lukman.

"Menteri Haji sedang mengkaji usulan tersebut dan akan membahasnya secara lebih detail di level teknis," lanjutnya.

Usulan lain yang disampaikan Lukman terkait penomoran tenda di Arafah dan Mina sesuai dengan nomor kloter jemaah. Ini untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan tenda sesuai kloter dan itu diharapkan memudahkan mobilisasi.

Lukman menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Saudi yang telah menjadi partner sangat baik dalam penyelenggaraan ibadah haji. Melalui kerja sama baik itulah Indeks Kepuasan Jemaah Haji Tahun 2018 meraih nilai sangat memuaskan.

"Kami berharap, prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya, sehingga jemaah haji dapat beribadah dengan lebih baik dan nyaman," harap Lukman.

Ikut mendampingi Menag dalam penandatanganan MoU ini Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, Sesditjen PHU Ramadhan Harisman, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Layanan Haji dalam Negeri Khoirizi H Dasir, dan Staf Teknis Haji I (STH I) Endang Djumali. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Rabu, 26 Juli 2017

Hikmah Membawa Haji Orang Tua








PHA3M -- Ini sebuah kisah tentang bakti anak pada kedua orang tuanya. Anggap saja sebagai sedekah anak kepada ayahnya yang ingin naik haji. Sebut saja namanya Bapak Yakub Usuli, orang Gorontalo. Dia masih lajang saat itu, usianya sekitar 32 tahun. Sebagai anak muda hidupnya cukup sukses. Terbukti, ia bisa mengumpulkan uang sebanyak 30 juta. Rencananya, uang ini ia persiapkan untuk menikah kelak –kalau sudah ada jodohnya. Atau, ia niatkan untuk berangkat ibadah haji.

Namun, entahlah, hal apa yang merasuk ke dalam pikiran Yakub saat itu. Yang jelas, saat melihat usia ayahnya yang sudah sepuh (71 th) tiba-tiba saja niatnya berubah. Ada sebuah niat yang sangat mulia dalam pikirannya ingin membahagiakan sang ayah di usia senjanya. Apa itu? Ia ingin memberangkatkan ayah ke tanah suci. Ini benar-benar sebuah niat yang sangat mulia.

Kebetulan Yakub punya uang 30 juta, maka niat itu pun ia sampaikan kepada sang ayah. Betapa bahagianya sang ayah, karena ia akhirnya bisa naik haji dengan jeri payah sang anak. Sang ayah menangis. Bagi Yakub, inilah sebuah bentuk rasa baktinya pada sang ayah. Ia rela mengorbankan dirinya sendiri. Ia rela mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Padahal, uang itu rencananya untuk persiapan nikahnya kelak atau rencananya untuk ibadah haji. Tetapi, ia mendahulukan sang ayah dulu untuk bisa pergi haji. Sebuah bakti seorang anak yang luar biasa!

Tahun 2006 sang ayah akhirnya berangkat ke tanah suci. Bagi Yakub sendiri, keberangkatan ayah ke tanah suci menyiratkan kebahagiaan tersendiri di dalam benaknya. Ayah yang sering sakit-sakitan sebelum berangkat ke tanah suci sempat menjadi kekhawatiran sendiri buat Yakub dan keluarganya yang lain. Tetapi, berkat niat yang tulus ingin beribadah haji, maka sang ayah tetap memaksakan diri juga berangkat.

Tidak terasa sudah 20 hari di tanah suci. Yakub terpikir ingin menelpon sang ayah melalui sang pembimbing ibadah hajinya. Ketika itulah sang pembimbing ibadah haji mengabarkan bahwa keadaan ayahnya baik-baik saja, bahkan terlihat lebih sehat dibandingkan sebelum berangkat. Semua ini merupakan berkah dari Allah SWT. Namun, di tengah-tengah telponnya, tiba-tiba sang pembimbing ibadah haji berceletuk soal ibunya yang disayangkan tidak bisa ikut bersama sang ayah. Ucapan ini bagai menusuk hati Yakub kala itu. Dia berpikir “iya juga”. Yakub sempat bergetar hatinya. Dia memang telah menghajikan sang ayah, tetapi kenapa juga tidak sekalian memberangkatkan ibunya. Kalau mereka berdua berangkat bareng, mungkin akan kelihatan lebih enak.

Tapi, sudahlah, mudah-mudahan tahun depan giliran sang ibu yang bisa berangkat ke tanah suci. Waktu terus berjalan dan tidak terasa ayah sudah menghabiskan masa hajinya di tanah suci. Kepulangannya ke tanah air pun disambut gembira oleh Yakub dan keluarganya. Apalagi setelah diberitakan bahwa keadaan ayah yang baik-baik saja, melebihi keadaannya sebelum berangkat. Sekali lagi, ini berkah ibadah haji.

Tetapi, tentu saja, kisah ini sedang tidak memberitakan kisah hajinya ayah Yakub. Tapi, lebih mengisahkan hikmah di balik dari niat baik Yakub ketika menghajikan sang ayah. Rupanya, saat itu Yakub belum dapat jodoh. Dengan kata lain, meski ia memiliki uang 30 juta untuk persiapan nikah, tetapi sebenarnya jodohnya belum ada. Maka, berkah sedekah 30 juta kepada ayahnya untuk ongkos haji, Allah memberikan balasan setimpal kepada Yakub. Ia mendapatkan jodoh dengan seorang adik dari teman sang ayah yang naik haji satu kloter. Seandainya saja ayah tidak berangkat haji. Ini kita bicara seandainya. Mungkin Yakub tidak akan ketemu jodohnya. Namun, seizin Allah, berkah sedekah 30 juta ia langsung mendapatkan jodohnya. Sebab, kata ayah, di tanah suci ayahnya kerapkali mendoakan Yakub agar cepat dapat jodoh. Ternyata jodoh itu tidak jauh dari sisinya, yaitu adik dari teman sang ayah sendiri saat naik haji.

Bulan Juni 2007 Yakub menikah. “Alhamdulillah atas izin Allah pada bulan Juni 2007 saya menikah dengan adik teman ayah satu kloter,” tulisnya dalam secarik kertas yang dikirimkan kepada Hidayah. Setelah menikah rupanya rejeki Yakub terus mengalir. Berkah sedekah yang ia berikan kepada sang ayah rupanya tidak menghentikan rejekinya dari Allah. Di akhir tahun 2007 ia dan kakak-kakaknya patungan untuk memberangkatkan sang ibu ke tanah suci lagi. Subhanallah! Ini benar-benar sebuah niat baik seorang anak kepada kedua orang tuanya. Bersama sang ibu, kakak Yakub pun ikut berangkat haji juga sekaligus sebagai pembimbingnya. Lengkaplah sudah kebahagiaan Yakub karena bisa memberangkatkan kedua orang tuanya ke tanah suci.

Bagaimana dengan dia sendiri? Yakub tetap punya keinginan bisa menyusul kedua orang tuanya ke tanah suci. Tetapi, ia tidak memaksakan dirinya. Sebab, bersamanya sudah ada istri yang harus ia hidupi. Karena itu, sambil jalan ia terus berdoa dan bekerja keras. Seizin Allah, dua tahun kemudian (2009) ibu mertuanya berangkat ke tanah suci. Kakak Yakub ikut menemani ibu mertuanya sekaligus sebagai pembimbing ibadah haji di sana.

Waktu terus berjalan. Dua tahun kemudian (2011), Yakub dan istrinya pun akhirnya bisa berangkat ke tanah suci. Ia pun mengucap syukur, akhirnya niatnya bisa melihat Kabah al-Mukarramah bisa terkabulkan juga. Semua itu, diakuinya, karena berkah sedekah beberapa tahun yang lalu, saat ia menghajikan ayah dan ibunya. Jika saja saat itu ia egois dengan mendahulukan kepentingannya sendiri alias menahan uangnya yang 30 juta untuk kepentingan nikahnya kelak, mungkin nasibnya tidak akan seperti ini.

Bisa jadi, saat itu ia akan gagal semuanya. Ayahnya tidak jadi haji, begitu juga dengan ibunya. Bahkan, bisa pula ia sendiri tidak jadi menikah. Sebab, wasilah (melalui) haji ayahnya, Yakub akhirnya bisa menikah. Karena ia dipertemukan dengan wanita yang tidak lain merupakan adik dari teman sang ayah saat naik haji.

Kisah ini juga memperlihatkan kepada kita betapa cinta yang tulus seorang anak kepada kedua orang tuanya itu akan berbuah manis buat dirinya. Karena itu, dahulukan kepentingan kedua orang tua di atas kepentingan diri kita sendiri. Mumpung mereka masih hidup, baktikan seluruh hidup kita. Sebab, kita bisa seperti ini tidak lain karena keberadaan mereka. Sejak dalam buaian, sang ibu khusunya, begitu ikhlas merawat kita hingga kita besar dan sekolah ke perguruan tinggi. Karena itu, cinta dan bakti kepada kedua orang tua itu tidak harus pakai syarat kecuali satu: apabila kedua orang tua kita mengajak kita kepada kemusyrikan. Selan itu, kita harus menurutinya.

Karena itu, apa yang dilakukan oleh Yakub terhadap ayahnya, adalah suatu hal yang luar biasa. Seorang anak bujang pasti akan berpikir 100 x ketika mengeluarkan uang tabungannya sebesar 30 juta untuk menghajikan sang ayah. Kita paling bisa membantu setengahnya atau hanya 5 juta sekedar untuk pelengkap kepergiannya. Tetapi, Yakub menyerahkan seluruh hartanya yang ada di tabungan untuk kepentingan sang ayah. Sebuah kepentingan yang akhirnya bisa mengantarkan sang ayah untuk bisa melihat Ka’bah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.

Yang lebih hebat lagi, Yakub membantunya tidak cukup sampai di situ. Merasa ia tidak adil berbuat kepada sang ibu, akhirnya ia dan kakak-kakak yang lainnya ikut menghajikan ibu juga. Maka keberkahan pun datang siling berganti menghampiri Yakub. Melalui sedekah 30 juta itu, ia bisa menikah. Ia pula akhirnya bisa menghajikan ibunya juga. Bahkan, dalam relatif cepat, ia juga bisa berangkat haji bersama istrinya. Sebuah jalan yang begitu mudah telah digariskan oleh Allah karena kebaikannya kepada kedua orang tua. Karena itu, kalau kita ingin lancar segala sesuatunya, maka rajinlah bersedekah, apalagi terhadap kedua orang tua kita sendiri. Titik. (sumber)



Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Sabtu, 04 Februari 2017

Peta Persaingan Bisnis Travel Haji Sejak Zaman Belanda











PHA3M --  Haji-haji dari Hindia Belanda sebelumnya berangkat sendiri-sendiri dengan menggunakan kapal-kapal dagang Arab, Persia dan Inggris melalui Singapoera atau Penang. Perjalanan haji dengan kapal-kapal dagang ini tidak teratur dan adakalanya harus dilakukan transit di kota pelabuhan tertentu. Demikian juga sebaliknya.

Akibatnya lama perjalanan haji membutuhkan waktu yang sangat lama. Oleh karena jumlah haji ini lambat laun semakin banyak dari waktu ke waktu, lalu pemerintah Hindia Belanda memfasilitasi perjalanan haji ini dengan menyelenggarakan perjalanan haji secara regular setiap tahun dan diselenggarakan dengan pengaturan tertentu, seperti tes kesehatan sebelum tiba di Jeddah dan sebelum tiba di pelabuhan asal untuk menghindari terbawa penyakit. Di Batavia sterilisasi kesehatan ini dilakukan di Pulau Onrust sebelum masuk Batavia. Poster angkutan haji, 1935   (Selanjutnya: Poestaha Depok)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Rabu, 25 Januari 2017

Penipu Investasi Mulai Incar Korban di Bisnis Haji dan Umrah, OJK Lakukan Antisipasi









PHA3M --  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) masuk bagian Satgas Waspada Investasi.  Kerja sama itu terkait penawaran promo ibadah umrah dan haji yang banyak menipu calon jamaah. “Izin umrah dan haji dari Kemenag. Karena itu, kami kerja sama,” tutur Deputi Komisioner OJK Hendrikus Ivo.

Saat ini, tidak sedikit agen perjalanan yang berlomba menawarkan promo ibadah umrah dan haji dengan banderol murah dibanding harga normal. Harga murah itu menjadi jalan pintas menjerat para korban. Banyak calon jamaah tergiur untuk mencicil biaya perjalanan. Namun, faktanya tidak pernah terealisasi alias gagal berangkat.

“Kami mengawasi dan memberi perlindungan konsumen. Jadi, kami harus memastikan agen travel penjaja umrah dan haji murah itu mengantongi izin dari Kemenag,” ulasnya.

Meski demikian, Ivo belum mengantongi data jumlah pengaduan masuk karena ulah agen perjalanan penjaja paket umrah promo bodong.  Namun,  OJK menggaransi, laporan umrah bodong itu tetap ada.

“Banyak calon jamaah telah menabung tetapi saat hari H tiba, tidak berangkat juga. Ini sudah lazim terjadi dan harus diungkap,” tegasnya. Sebelumnya, OJK menyampikan, 80 perusahaan investasi tanpa izin menyebar di Indonesia. Sejak layanan financial customer care (FCC) beroperasi pada 2013–2016, masuk 801 informasi dan pertanyaan masyarakat mengenai 484 perusahaan diduga melakukan kegiatan investasi bodong.

Dari jumlah itu, ada 217 perusahaan dapat ditindaklanjuti melalui monitoring dan pengamatan lapangan secara bertahap.  Sekitar 80 perusahaan menghimpun dana tanpa menggenggam izin jelas alias bodong. (sumber)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Rabu, 11 Januari 2017

@Jokowi: Alhamdulillah #Indonesia dapat Tambahan Kuota #Haji










PHA3M --  Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Rabu, menyampaikan kuota haji RI 2017 naik 52.000 dari 168.800 pada 2016 menjadi 221.000 orang.

"Selain pengembalian kuota menjadi sebesar 211.000, Pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia sebesar 10.000," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menlu Retno Marsudi dan Mensesneg Pratikno.

Presiden menjelaskan total kenaikan kuota haji untuk Indonesia 2017 mencapai 52.000 dibanding 2016 sebesar 168.800 menjadi 221.000 orang.

Jokowi menyebutkan kenaikan kuota haji itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan dirinya ke Arab Saudi pada September 2015 dan pertemuannya dengan Deputi Kerajaan Arab Saudi di Hangzhou pada September 2016.

"Dari pertemuan itu, saya telah meminta kepada Menag dan Menlu untuk melakukan pembicaraan lanjutan," kata Presiden.

Kepala Negara menyebutkan dari proses pembahasan tindak lanjut itu, Pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211.000 untuk tahun 2017. Kemudian ada tambahan kuota 10.000 menjadi 221.000.

Presiden menyebutkan sejak 2013 jumlah jamaah haji Indonesia dan lainya mengalami pemotongan 20 persen karena perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram Mekkah.

"Indonesia menyampaikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberi tambahan kuota haji kepada Indonesia," kata Presiden.

Menurut Presiden, penghargaan dan apresiasi juga disampaikan atas upaya Pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan haji termasuk jamaah haji dari Indonesia.

"Dengan sudah adanya keputusan ini maka persiapan haji 2017 sudah bisa dapat dilakukan sejak dini," kata Presiden.

Presiden juga mendapat informasi mengenai rencana kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia pada Maret 2017. "Tentunya kita menyambut baik rencana tersebut," kata Jokowi. (*)




Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Kamis, 15 Desember 2016

Kemenag Buka Pendaftaran Calon Anggota Pengawas Haji, Umur Minimal 40 Tahun









PHA3M -- Dikutip dari situsnya, Kemenang membuka pendaftaran calon pengawas haji 2017.

Namanya: Pendaftaran Calon Anggota Badan Pelaksana dan Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji. (baca di sini)

Pedaftaran dibuka besok 16-27 Desember 2016.   (*)

Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | KBAA

Senin, 22 Agustus 2016

Tanpa Ubah Paspor, Situs Ini Sediakan Info Haji dari Thailand dan Filipina

PHA3M --  Situs backpackerumrah meneyediakan info menjalankan ibadah haji melalui Thailand atau Filipina.

Tidak diketahui apakah ini legal atau tidak. Coba lihat di sini   (*)

Rabu, 02 September 2015

Maktour Klaim Haji Khusus tak Bermasalah Visa

PHA3M --  Penyelenggara Haji Khusus Maktour memberangkatkan rombongan Al Fath, yaitu kelompok pertama haji khusus Maktour pada Rabu Pagi di Hotel Sheraton, Bandara Soekarno-Hatta. Pada pelepasan jamaah, pihak Maktour menyatakan tidak ada masalah soal visa haji.


More (*)

Selasa, 25 Agustus 2015

Kemenag Cabut Izin 3 Travel Agent Haji

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) mencabut tiga travel agent umrah. Hal itu dilakukan untuk memberikan kepastian layanan, perlindungan, dan pembinaan kepada jemaah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Abdul Djamil, menyebutkan ada tiga penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang dicabut izinnya, karena melakukan berbagai kesalahan.

More

Selasa, 06 November 2012

Ingin punya izin penyelenggara haji harus bayar semiliar?


Besarnya ceruk keuntungan agen perjalanan haji menjadi magnet usaha bagi para pebisnis. Beberapa membuka usaha agen perjalanan haji secara resmi, beberapa lagi abal-abal alias ilegal. Bagi perusahaan resmi, tentu lebih leluasa menjaring calon jamaah. Sebab mereka direstui oleh Kementerian Agama, sehingga bisa menggunakan kuota haji khusus.

Berbeda dengan agen tak resmi. Mereka menggunakan rupa-rupa cara buat menjaring calon jamaah dengan keinginan berangkat kilat, tanpa antrean. Cara menggaet sedikit dibumbui dengan janji-janji. Padahal, risiko penipuan dan keamanan bagi calon jamaah menggunakan perusahaan tidak resmi cukup besar.

Sebulan terakhir misalnya. Setidaknya ada tiga kasus penipuan dialami calon jamaah haji lewat jalur non kuota. Sebut saja kasus gagalnya keberangkatan 378 calon jamaah dari agen perjalanan haji tidak resmi, PT Al Bayan Tour. Selain itu puluhan jamaah PT Gadika Ekspressindo dan PT Azizi Tour & Travel juga batal berangkat.

Menurut Kepala Seksi Haji Khusus Kementerian Agama Khoirizi, masyarakat terkadang hanya ingin cepat saja, mendaftar dengan asal ke agen-agen yang mengaku bisa memberangkatkan haji secara cepat."Seharusnya calon jamaah haji khusus tahu saat mendaftar, nama perusahaannya tertera pada barang pembayaran di bank," kata dia kepada merdeka.com pada Selasa (23/10) siang di kantornya.

Dia menilai agen perjalan Al Bayan itu bukan agen perjalanan haji resmi yang terdaftar di Kementerian Agama. Khoirizi mengakui meningkatnya kasus penipuan oleh sejumlah agen abal-abal membuat kementerian waspada menyeleksi agen perjalanan haji yang dianggapnya memenuhi syarat. Tidak mengherankan, Kementerian Agama memperketat aturan dan persyaratan perizinan menjadi agen perjalanan haji. Misalnya memperketat uji administrasi.

Selain itu agen travel yang ingin mendapat izin menjadi penyelenggara haji harus memiliki pengalaman, minimal pernah memberangkatkan 300 jamaah umroh. "Jadi agen yang sudah lolos seleksi ini bukan agen perjalanan kemarin sore, tapi sudah punya pengalaman," ujar Khoirizi.

Dalam proses seleksi di kementerian tidak pernah memungut biaya sepeserpun kepada pendaftar. Makanya tidak semua agen lolos seleski, beberapa gagal. Berikutnya, bagi agen yang lolos diserahkan kepada menteri untuk diperiksa, dan disahkan."Lolos atau tidak, ada hak prerogatif menteri di situ, saya juga tidak tahu," ujar Khoirizi.

Namun sumber merdeka.com menuturkan, tidak mudah mengantongi selembar surat izin resmi menjadi penyelenggara haji. Selain prosesnya kini kian sulit, dia juga mengungkap ada praktik suap di sana. Misalnya biaya-biaya dengan jumlah tidak masuk akal."Untuk satu lembar kertas izin saja, harganya Rp 1 sampai 1,5 miliar, bayangkan. Kalau sekadar biaya administrasi masak sebesar itu," ujar salah satu pemilik agen tak resmi ini.

Mendengar pengakuan itu, Khoirizi membantah. Dia menjamin tidak ada pungutan sepeserpun untuk mengurus izin menjadi agen resmi. Dia justru menantang agar segera melapor ke kementerian bila menemukan praktik pungutan semacam itu ke kementerian agar tidak menjadi desas desus. "Sebutkan nama oknum melakukan itu, kalau ada bukti tertulis, kami akan segera tindak," kata dia menegaskan.

Sumber

Featured News

PHA3M Home | UD Paju Marbun | Sultan Group | IMECH | BeritaDekhoCom | TobaPosCom | © 2014 - Designed by Templateism.com, Distributed By Templatelib